* Siap Laksanakan Musyawarah Daerah
KUPANG, NTTZOOM-Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) VIII tahun 2022, Ketua Umum (Ketum) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi NTT, Ir. Alexander Foenay bersama para pengurus PBSI NTT menggelar rapat persiapan yang berlangsung di Sekretariat PBSI NTT atau Rumah Ketua PBSI NTT, Ir. Alexander Foenay yang berlamat di Jln.Soeharto, 119-A, Oepura, Kota Kupang, NTT. Sabtu(05/11) Sore.
Tujuan dari rapat persiapan ini, yaitu untuk mengetahui kesiapan dari Pengurus PBSI NTT terkait persiapan sarana dan prasarana untuk menghadapi Porprov NTT VIII tahun 2022 yang rencanya akan dihelat tanggal 12-18 November 2022 mendatang.
Porprov NTT VII tahun 2022 di Kupang yang akan diikuti oleh 22 Kabupaten/Kota Se-NTT dan mempertandingkan 19 Cabor bakal dipertandingkan di Porprov NTT VII tahun 2022 di antaranya: Atletik, Bola Basket, Bulutangkis, Bola Voli, Catur, Cricket, Esport, Futsal, Karate, Kempo, Pencak Silat, Renang, Sepak Takraw, Taekwondo, Tarung Derajat, Tenis Lapangan, Tenis Meja,Tinju, dan Wushu.
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi NTT, Ir. Alexander Foenay menjelaskan terkait terkait persoalan yang ada di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Kupang tentang pengangkatan dan pemberhentian Pengurus PBSI Kota.
Ia jelaskan, Pengurus PBSI Kota Kupang yang sudah masuk dalam akhir masa jabatan, sehingga dikeluarkan tugas sementara, yaitu pelaksana tugas, agar PBSI Kota Kupang tidak menjadi vakum.
"Jadi pengurus di kota ini, kan sudah habis masa tugas, dengan kata lain pengurus tidak ada. Oleh karena itu, kami mengeluarkan Pelaksana Tuhan agar jangan vakum," jelasnya.
Tujuan dari mengeluarkan Pelaksana Tugas yaitu, agar PBSI Kota Kupang dapat mengikuti Porprov VIII tahun 2022 mendatang. "Dengan harapan, agar mereka juga ikut dalam kegiatan Porprov," katanya.
Ia menyebutkan, Surat Kuputusan (SK) Plt. PBSI Kota Kupang rencananya diambil dari Koni Kota, namun Koni Kota menolak dengan alasan semuanya akan berkaitan dengan pertanggung jawaban dana.
"SK Itu dikeluarkan oleh PBSI Provinsi, jadi kepentingan dari KONI kota, yaitu SK defenitifnya, artinya seluruh pengurus Kota Kupang harus SK Defenitif. Karena itu melalui komunikasi dengan kita (PBSI Provinsi), SK-nya kita mengeluarkan SK defenitif, walaupun belum melalui Musda untuk kepentingan para atlet yang ada di kota itu," jelasnya.
Alex Foenay tegaskan, barometer Bulutangkis berada di setiap kota, sehingga ia berpikir untuk kepentingan cabang olahraga (Cabor) Bulutangkis yang ada di Kota Kupang.
"Kan Bulutangkis ini, barometernya ada di kota, sehingga kita mau mereka ikut terlibat dan ikut bicara di tingkat provinsi pada Porprov mendatang ini," tegasnya.
Karena itu, sebut Alex, dari Koni Kota Kupang menolak sehingga PBSI Provinsi mengeluarkan SK definitif. "Dan itu kita sudah bicara, dan kita bilang ini hanya untuk menyelamatkan saja. Tapi tetap harus ada musyawarah daerah (Musda)," sebutnya.
Dengan tujuan, jelas Alex, keikutsertaan dari PBSI Kota Kupang tentunya membutuhkan biaya. Dan, biaya tersebut akan disiapkan oleh Koni Kota Kupang.
"Keikutsertaan ini tentunya butuh biaya, dan biaya itu disiapkan oleh Koni Kota Kupang oleh setiap pengurus cabang yang ada dari setiap organisasi yang ada. Itu tujuannya, dan Musda ini akan tetap ada," bebernya.
Ia meminta agar berpikir secara jernih atau bersih karena organisasi ini bukan bagian dari politik tetapi organisasi ini betujuan untuk mengangkat harkat dan martabat Provinsi NTT lewat para atlet yang berkompeten di cabor Bulutangkis.
"Berharap kita berpikir secara bersih karena ini organisasi kan bukan organisasi politik tapi ini organisasi para atlet," pintanya.
Alex tambahkan, tujuannya yaitu bagaimana Cabor Bulutangkis dapat berbicara di tingkat provinsi. "Ini kan antar kabupaten/kota, jadi bagaimana bisa berbicara di tingkat provinsi," ucapnya.
Untuk diketahui, dari 19 Cabor yang dipertandingkan pada 12-18 November 2022 mendatang, total biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp 2 miliar.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang