‎Peras Tersangka 375 Juta, Dirresnarkoba dan Enam Penyidik Pembantu Diperiksa
Irjen Pol Rudi Dharmoko - Kapolda NTT
Redaksi
15 Mar 2026 06:48 WITA

‎Peras Tersangka 375 Juta, Dirresnarkoba dan Enam Penyidik Pembantu Diperiksa

Kupang, NTTzoom.com — Direktur Reserse Narkoba Polda NTT berinisial KBP ATB dan enam personel penyidik pembantu diduga melakukan pemerasan terhadap dua tersangka berinisial SF dan JH dengan nilai transaksi mencapai Rp375 juta.

‎Keenam personel polisi itu kini diperiksa intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda

‎NTT, sedangkan KBP ATB menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

‎Kasus ini bermula dari penanganan perkara dugaan tindak pidana kesehatan terkait peredaran poppers yang ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT pada rentang Maret hingga Juli 2025.

‎Dalam proses penyidikan tersebut muncul dugaan praktik pemerasan terhadap dua tersangka berinisial SF dan JH.

‎Kabidpropam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardhana mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah personel yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. 

‎“Pemeriksaan awal telah dilakukan terhadap beberapa personel, yakni AKP HSB, Ipda BB, Aipda OT, Brigpol AI, Briptu LBM, dan Bripda JG,” ujar Andra.

‎Menurutnya, dugaan praktik ilegal tersebut dilakukan dengan modus negosiasi terkait aset milik tersangka serta memanfaatkan masa penahanan.

‎Praktik tersebut disebut berlangsung di wilayah Jawa Timur maupun di lingkungan Mapolda NTT.

‎Selain melakukan pemeriksaan terhadap para personel, Propam juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan aliran dana dalam perkara tersebut.

‎“Bidpropam Polda NTT juga telah mengumpulkan bukti-bukti pendukung, termasuk terkait aliran dana yang diduga berkaitan dengan perkara ini,” kata Andra.

‎KBP ATB yang menjabat sebagai Dirresnarkoba, kini telah dinonaktifkan oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Dharmoko, setelah diduga terlibat penyalahgunaan wewenang dalam penanganan perkara peredaran obat terlarang. 

‎Langkah tersebut diambil untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan transparan. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai