* Siapkan Berkas untuk Diajukan November
KUPANG, NTTZOOM-Sekolah Menengah Kejujuran Negeri (SMKN) 6 Kota Kupang berencana meningkatkan status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Upaya tersebut agar dapat mengembangkan industri.
Sekolah pusat keunggulan (PK) yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut tengah mempersiapkan administrasi untuk mengusul perubahan status kepada Gubernur NTT pada November mendatang.
Jika status sebagai satuan kerja (Satker) BLUD khusus di lembaga pendidikan menengah disetujui, SMK menjadi sekolah percontohan dan satu-satunya di NTT. Sekolah menjadi BLUD adalah hal baru bagi masyarakat NTT tapi tidak untuk provinsi lainnya karena provinsi lain memiliki banyak SMK yang sudah menjadi BLUD.
Kepala SMK Negeri 6 Kupang mengatakan pihaknya memiliki potensi yang luar biasa. Setelah melakukan studi banding ke Jogja telah melakukan MoU dengan sejumlah SMK dan Universitas Vokasi.
Dikatakan lembaga pendidikan vokasi yang dikunjungi tersebut sudah berstatus BLUD dan kini sangat luar biasa pengembangannya sehingga dari pengalaman tersebut pihaknya memiliki niat mengembangkan potensi yang ada.
"Setelah kami diskusi, ternya ini sangat gampang jika kita punya niat karena modal utamanya memiliki unit usaha dan kami sudah punya unit usaha itu, tinggal dikembangkan saja," ujarnya.
Dikatakan selain unit usaha, pihak sekolah juga memiliki alat yang sangat canggih, mahal dan langka tetapi saat ini hanya bisa dimanfaatkan untuk belajar saja. Namun ketika sudah ada payung hukum berupa BLUD maka akan dikembangkan lebih jauh hingga membuka bisnis sesuai keahlian dan lainnya.
Mantan guru SMK 5 Kupang itu menyebut, sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan memiliki aturan yang mengatur terkait industri. Tetapi harus ada payung hukum berupa BLUD agar pengembangan usahanya terarah.
"Kalau disetujui maka ini peluang kepada alumni untuk bekerja karena ini lapangan kerja yang luar biasa. Selain itu, sekolah bisa membiayai diri sendiri dan bisa membebaskan siswa dari biaya sekolah," ungkapnya.
"Ada teman-teman yang memang pesimis tapi kalau tidak memulai kapan baru kita mulai. Kita mulai dulu baru evaluasi kekurangan kita dimana," tambahnya.
Disebutkan dengan unit usaha yang dimiliki saat ini saja sudah bisa memenuhi kebutuhan yang dibebankan dinas untuk PAD apa lagi ada payung hukumnya. Ia meyakini sekolahnya itu akan menjadi contoh di NTT.
Dijelaskan inovasi ini sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan mendapat sambutan yang sangat positif. Sumber daya manusia dalam mendukung inovasi ini juga sudah sangat siap, yakni memberdayakan alumni tanpa mempengaruho proses kegiatan belajar mengajar yang ada.
"Kalau NTB sudah 12 sekolah sudah BLUD, kenapa kita tidak bisa. Intinya kita berusaha dulu. Kami memang bukan super man tapi kami super tim. Kekuatan dan peluang kita sudah oke, tinggal jalan saja," tandasnya.
Roesetyawan Agung Priwanto, Pokja Praktek Kerja Industri (Pakrin) menjelaskan tahapan yang tengah dipersiapkan yakni pengajuan peningkatan status BLUD kepada Gubernur NTT, lalu akan ditunjuk tim penilai dan dilakukan penilaian apakah sekolah tersebut layak atau tidak.
Usai penelitian akan disimpulkan oleh tim apakah SMKN 6 Kupang layak atau tidak. Jika layak maka ditetapkan melalui keputusan gubernur.
Lanjutnya, potensi dan unit usaha yang saat ini dimiliki yakni percetakan, toko, foto copy, CRC dan sejumlah usaha yang ada namun belum maksimal. Ke depannya juga akan membangun IT Center (bengkel IT).
"Kalau sudah berjalan tentu banyak sekali hal positif yang diperoleh. Sekolah gratis bisa diterapkan karena pembiayaan sudah dibiaya melalui pendapatan yang dimiliki," bebernya.
Falemsiuson, Waka Humas mengatakan terdapat alumni yang sudah bergerak mengembangkan usahanya di bidang pengembangan jaringan. Dari usahanya pihak sekolah juga sudah menitipkan siswa praktek.
Usahanya itupun tengah mengurus badan hukumnya untuk itu, ke depannya akan dikerjasamakan untuk terus membimbing siswa. "Ke depan, masalah jaringan ini sangat berpeluang dan tentunya membutuhkan manyak pekerja sehingga kami harus siapkan secara baik," pintanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi ketika dimintai tanggapannya mengaku sangat mendukung penuh upaya dan inovasi yang ingin dikembangkan SMKN 6 Kupang itu.
"Setelah menerima laporan dan niat dari pihak sekolah, sebagai pelayan saya langsung merespon dengan turun ke sekolah dan menggelar rapat bersama membahas tindak lanjutnya," ujar Linus.
Dikatakan, SMK 6 Kupang memiliki daya dukung yang tinggi untuk naik status ke BLUD. Dan tindakan teknis, dilakukan sosialisasi kepada siswa dan orangtua tentang wirausaha sebagai kebutuhan bersama.
"Dukungan sangat banyak dengan produk dan peralatan yang sangat mendukung. Pihak sekolah juga sudah lakukan studi tiru dan akan mempercepat proses ini," sebutnya.
"Saya yakin mereka bisa. Ini baru pertama terjadi di NTT. Saya juga minta mereka untuk belajar ke RSUD W.Z Yohanes soal BLUD," tutup dia.(*/jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang