Pidato HUT RI ke-79, Penjabat Gubernur NTT Akui Stunting Masih Tinggi 
Pidato Penjabat Gubernur NTT dalam rangka peringatan HUT Ke 79 Kemerdekaan RI Kamis, 15 Agustus 2024 di Aula Eltari Kupang. 
admin
15 Aug 2024 12:11 WITA

Pidato HUT RI ke-79, Penjabat Gubernur NTT Akui Stunting Masih Tinggi 

Kupang, Nttzoom - Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayodhia Kalake meyampaikan pidato pembangunan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke 79 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat NTT pada Kamis, 15 Agustus 2024 di Aula Eltari Kupang. 

Penyampaian pidato tersebut dengan mengusung tema, ‘Nusantara Baru, Indonesia Maju’ dengan sub tema ‘NTT Maju dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045’. 

Dalam amanat yang dibacakan Pj. Gubernur NTT, Ayodhia Kalake, itu bahwa kemerdekaan yang dinikmati rakyat Indonesia saat ini, diraih melalui perjuangan berat dan panjang dari para pahlawan bangsa, yang gigih dan tidak kenal menyerah melawan penjajah. 

Pj. Gubernur NTT, Ayodhia Kalake juga memaparkan sejumlah capaian makro pembangunan di NTT, salah satunya di bidang kesehatan. Menurutnya, dengan mengentaskan masalah stunting, maka pentingnya meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTT . 

Dalam pidatonya,  Pj, Gubernur NTT mengaku jika kasus stunting di Provinsi NTT masih tergolong tinggi. Angka stunting pada tahun 2023 masih mencapai 37, 9 persen.  

Menurut dia, berdasarkan data SKI yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Menkes) RI, angka prevalensi stunting di NTT pada tahun 2023 mencapai 37, 9 persen.  

Sementara itu, Ayodhia berujar, berdasarkan e-PPBGM, per Februari 2024, angka prevalensi stunting di NTT sebesar 15, 2 persen atau sebanyak 61.961 anak stunting. 

“Pemingkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas SDM NTT. Upaya ini harus membangun kesehatan dimulai dari dalam kandungan ibu. Kami menyadari bahwa stunting di NTT masih tergolong tinggi,” ungkap Ayodhia Kalake. 

Pemerintah NTT, terang Ayodhia, terus berupaya melakukan penurunan angka prevalensi stunting di NTT melalui kerjasama lintas sektoral, dengan pendekatan spesifik dan sensitif.  

“Melalui kerjasama lintas sektoral ini, kita targetkan angka stunting turun di tahun 2025 nanti, mencapai 4,8 persen,” sebutnya. 

Selain itu, Ayodhia juga menegaskan agar pemerintah NTT terus berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan anak melalui berbagai upaya dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan (Nakes), peningkatan fasilitas kesehatan (Faskes), dan evaluasi yang terus-menerus dilakukan.  

Dia memerinci, AKI pada tahun 2023 sebanyak  135 kasus atau menurun dibandingkan dengan tahun 2022 dengan jumlah kasus sebanyak 171 kasus.  

Sementara kasus kematian bayi pada tahun 2023, tutur Ayodhia, jumlahnya mengalami penurunan yakni 1.065 kasus dibandingkan dengan tahun 2022 yaitu 1.139 kasus.  

“Sampai dengan bulan Juli tahun 2024, jumlah kasus AKI yakni 71 kasus. Sementara sampai Juli 2024, jumlah kasus kematian bayi capai 521 kasus,” ungkap dia. (jem/dev/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai