MAUMERE, NTTZOOM-Polemik terkait pinjaman daerah di Kabupaten Sikka senilai 216 miliar lebih, berakhir. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Rabu (4/8). Bahkan dana tersebut sudah bisa langsung dicairkan.
Menariknya, penandatanganan PKS itu disaksikan langsung pimpinan DPRD Kabupaten Sikka Donatus David SH dan Yoseph Karmianto Eri S.Fil. Hal ini disampaikan bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, usai kegiatan tersebut, Rabu (4/8) di ruangan kerjanya.
Sebelumnya tiga Pimpinan DPRD Sikka, Donatus David, Gregorius Nago Bapa dan Yoseph Karmianto Eri dalam konfrensi pers Senin (2/8) menyatakan sikap tegas agar sebelum menandatangani PKS, pemerintah harus menaggapi rekomendasi yang diberikan DPRD.
Usai penandatanganan PKS, Bupati Sikka mengatakan, pinjaman daerah itu dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sikka untuk Pemulihan Ekonomi Naional (PEN). Pemerintah dan DPRD Sikka kemudian berproses mulai dari penyusunan, pembahasan hingga pengajuan besarnya pinjaman senilai Rp 216 miliar lebih itu. Proses itu kemudian disetujui PT. SMI dan ditandai dengan penandatanganan PKS bersama pemerintah Kabupaten Sikka.
"Proses untuk mendapatkan pinjaman daerah sudah dilalui dengan baik, dan PT SMI menyetujui hingga akhirnya dilakaukan penandatangan dengan pemerintah daerah Kabupaten Sikka," ujar Robi.
Robi bahkan mengaku, seusai penandatanganan keuangan oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, dana senilai Rp 216 miliar lebih itu bisa langsung dicairkan, dalam rangka pemulihan ekonomi di daerah Kabupaten Sikka.
Dana pinjaman itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, rumah sakit dan pengembangan jaringan air minum. Pinjaman itu dilakukan karena ada persepsi dan pemahaman yang sama antara DPRD dan pemerintah Kabupaten Sikka.
Robi juga mengaku, program pemulihan ekonomi itu sudah dikaji dan dibahas oleh pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. Pinjaman daerah diberikan kepada daerah-daerah yang masih pandemi dan adanya refocusing untuk daerah-daerah tertinggal, sehingga pembangunan harus dilakukan.
"Dengan adanya pandemi dan refocusing maka perlu dilakukan pinjaman untuk PEN, karena kita tidak boleh berhenti membangun, maka disiapkan fasilitas pinjaman daerah,” tandas Robi.
Sementara Ketua DPRD Sikka Donatus David SH kepada wartawan mengkalrifikasi atas pernyataan sebelumnya, terkait pinjaman daerah tersebut. Menurut David, dinamika yang terjadi dua hari yang lalu (Senin 2/8, red) berada di luar kerja DPRD. Sesungguhnya DPRD tidak bermaksud untuk menolak proses PKS tersebut.
Politik itu kata David, membutuhkan dinamika. DPRD sangat setuju dan berkeinginan untuk menjaga kemitraan antara DPRD dan pemerintah Kabupaten Sikka, untuk harus efektif dan dijalankan dengan baik.
David juga mengaku sadar adanya regulasi yang baru, bahwa DPRD sifatnya hanya diberitahu dan surat pemberitahuan itu sudah diterima DPRD Sikka. Namun DPRD membutuhkan adanya komunikasi, dan diskusi antara pemerintah dan DPRD, apa lagi dalam rapat kerja DPRD sudah memberikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti.
"Politik ini butuh dinamika dan DPRD sangat setuju bahkan berkeinginan untuk menjaga kemitraan antara DPRD dan pemerintah untuk efektif dan dijalankan dengan baik,” jelas David.
David mengakui pemerintah sudah berkomunikaksi, namun PT SMI dalam klarifikasinya bahwa tidak ada ruang untuk dilakukan diskusi, pasalnya PT SMI sebagai eksekutornya.
Sementara terkait kebijakan semestinya dikomunikasikan dengan Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah. Intinya lanjut David, agar adanya kemitraan yang efektif yag benar-benar dijalani antara kedua belah pihak, yakni pemerintah dan DPRD.
"Kita sudah ikuti bersama bahwa proses penandatanganan PKS sudah berlangsung dan disaksikan oleh pimpinan DPRD Kabupaten Sikka. Kami berharap bupati sebagai eksekutor bersama tim serta OPD yang akan mengelola dana ini sesuai arahan PT SMI bahwa pengelolaannya harus transparan, tepat sasaran sesuai yang diusulkan,” jelas David.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri. Menurut Manto, dengan mendeklarasikan pinjaman daerah yang sudah ada dalam RPJMD dan telah diimplementasikan sesuai dengan komitmen bersama. Manto berharap untuk terus bergotong royong membangun Nian Tanah Sikka, dengan menghilangkan fitnah, gosip, sombong dan tindakan lain.
"Kita sudah mendeklarasikan pinjaman daerah, dan ini sudah ada dalam RPJMD, mari kita secara bersama-sama membangun Sikka dengan bergotong royong, jangan lagi ada fitnah, gosip, sombong dan tindakan lainnya. Mari kita bangun kebersamaan yang kuat, Sikka Bangkit,” tegas Manto.(rel/cd3/nz)
Dapatkan sekarang