MATALOKO, NTTZOOM.COM – Pembangunan jaringan air bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berlanjut. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kini melanjutkan penggalian jalur dan pembenaman pipa menuju Desa Tiwotoda.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Jalur yang sedang dikerjakan membentang sekitar 1,5 kilometer, dari bak induk di kawasan Nengi Dadawea menuju bak penampungan di Desa Tiwotoda.
Dalam pengerjaannya, masyarakat setempat turut terlibat secara langsung. Warga membantu membentangkan pipa, menggali jalur, hingga membenamkan pipa ke dalam tanah agar jaringan lebih terlindungi dan aman.
Kepala Desa Tiwotoda, Egi, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan jaringan tersebut. Ia berharap fasilitas yang dibangun PLN dapat membantu mengurangi persoalan kekurangan air bersih yang selama ini dirasakan warga.
“Hari ini, bersama warga, kami membentangkan pipa sekaligus menggali jalurnya dan membenamkan pipa agar lebih aman. Semoga dengan bantuan ini, kekurangan air bersih yang selama ini kami rasakan bisa diminimalisasi,” ujar Egi.
Menurut Egi, persoalan air bersih paling terasa ketika memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Di sini kami memang kekurangan air, apalagi kalau musim kemarau. Jadi warga banyak yang mengantisipasinya dengan membeli air tangki,” katanya.
Dengan pembangunan jaringan tersebut, sekitar 400 kepala keluarga di Desa Tiwotoda diharapkan dapat memperoleh manfaat dari ketersediaan sarana air bersih yang lebih memadai.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan warga Desa Dadawea, Adranus Lako. Ia menilai pembangunan jaringan air bersih memberikan manfaat besar karena sistem penyediaan air di wilayah tersebut selama ini masih terpusat.
“Saya sangat mendukung, bahkan seluruh desa mendukung program PLN karena sistem perairan di sini masih sentralistik. Dampak program bantuan ini sangat besar untuk seluruh desa. Sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kami menampung air hujan,” ujar Adranus.
Pembangunan jaringan ini merupakan kelanjutan dari dukungan PLN UIP Nusra terhadap penyediaan sarana air bersih di sekitar PLTP Mataloko. Pada tahap awal, PLN telah menyiapkan sekitar 1,2 kilometer pipa HDPE sebagai bagian dari rencana pengembangan jaringan sepanjang 7,5 kilometer, termasuk pembangunan sarana penampungan air.
Jaringan dibangun secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Setelah jalur digali, pipa dipasang dan dibenamkan ke dalam tanah untuk melindungi jaringan serta mendukung keberlanjutan distribusi air menuju titik-titik pelayanan masyarakat.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pembangunan jaringan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kami terus melanjutkan pembangunan jaringan air bersih secara bertahap agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar RDW.
Ia menambahkan, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat.
“Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengerjaan di lapangan. Kami berharap jaringan yang dibangun dapat terpelihara dengan baik dan mampu mendukung kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.[nz]
Dapatkan sekarang