‎11 Prodi UNWIRA Kolaborasi Bangun Desa Nekmese  ‎
Seorang mahasiswi menarik koper untuk dibawa menuju bis pengantar, usai acara pelepasan yang digelar di Aula St Paulus Unwira Kupang, (10/7/2026)
Redaksi
11 Jul 2026 02:00 WITA

‎11 Prodi UNWIRA Kolaborasi Bangun Desa Nekmese ‎

Kupang, NTTzoo.com – Sebanyak 78 mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang dari 11 program studi dan enam fakultas resmi diterjunkan ke Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Tahun Akademik 2025/2026.

‎Para mahasiswa akan menjalankan pengabdian masyarakat selama satu bulan, mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Mereka dibagi ke dalam enam kelompok yang akan bekerja di lima dusun dengan pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

‎Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWIRA, Yuliana Paula Yanti, mengatakan keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadi kekuatan utama program Desa Binaan.

‎"Peserta yang terlibat ada sekitar 78 mahasiswa, tersebar dari 11 program studi dan enam fakultas. Artinya, program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu yang nantinya dapat memanfaatkan keahlian masing-masing untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di desa," kata Yuliana saat peluncuran Program Desa Binaan di Aula St Paulus Gedung Rektorat Unwira Penfui-Kupang, Jumat (10/7/2026).

‎Menurutnya, mahasiswa tidak hanya ditempatkan di tingkat desa, tetapi langsung menyentuh kehidupan masyarakat hingga tingkat dusun agar solusi yang diberikan lebih tepat sasaran.

"Di Desa Nekmese terdapat lima dusun. Karena itu kami membagi mahasiswa ke dalam enam kelompok. Programnya bukan berbasis desa, tetapi benar-benar berbasis dusun sehingga kehadiran mereka dapat menjawab persoalan yang ada di masing-masing dusun," ujarnya.

‎Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan intensif selama satu bulan. Pembekalan tersebut menghadirkan berbagai mitra sesuai bidang program yang akan dijalankan mahasiswa.

‎Materi pembekalan meliputi identifikasi persoalan desa bersama Pemerintah Desa Nekmese, pengelolaan program air bersih bersama Solar Chapter Indonesia, penguatan literasi bersama Cakrawala NTT, pengembangan taman baca bersama Komunitas Buku Bagi NTT, pencegahan penyalahgunaan narkoba bersama Subdit Reserse Narkoba Polda NTT, pelatihan pembuatan pakan ternak bersama Afrofarm, hingga pengembangan UMKM bersama HIPMI Kota Kupang.

‎Yuliana menjelaskan seluruh pembekalan tersebut bertujuan agar mahasiswa telah memahami kondisi lapangan sebelum mulai menjalankan program pengabdian.

‎"Kami telah melaksanakan pembekalan selama satu bulan penuh dengan empat kali pembekalan. Survei lokasi juga sudah beberapa kali dilakukan, asesmen sekolah telah selesai, program kerja sudah difinalisasi. Jadi saat turun ke desa, mahasiswa sudah siap bekerja," jelasnya.

‎Selain menjalankan program kelompok, setiap mahasiswa juga diwajibkan melaksanakan program individu yang disesuaikan dengan kompetensi akademik masing-masing.

‎Program individu tersebut nantinya menjadi bagian dari konversi mata kuliah sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat.

‎"Kami ingin kapasitas keilmuan setiap mahasiswa benar-benar dimunculkan melalui program individu. Jadi konversinya bukan hanya untuk KKN, tetapi juga dapat dikaitkan dengan mata kuliah lain yang relevan sehingga mahasiswa memperoleh manfaat akademik sekaligus pengalaman pengabdian," ungkap Yuliana.

‎Rektor UNWIRA Kupang, Pater Stefanus Lio, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Desa Nekmese harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi proses pembelajaran yang berharga bagi peserta KKN.

‎"KKN Desa Binaan merupakan ruang pembelajaran yang sangat berharga. Di desa, mahasiswa belajar bahwa ilmu pengetahuan memperoleh makna ketika mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat," katanya.

‎Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.

‎"Anda diutus oleh Universitas Katolik Widya Mandira. Tolong jaga nama baik UNWIRA. Jadilah pembawa solusi, bukan pembawa masalah," tegasnya.

‎Program Desa Binaan UNWIRA merupakan proyek percontohan yang mengedepankan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas. 

‎Melalui pendekatan lintas disiplin ilmu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan Desa Nekmese sekaligus mengasah kompetensi akademik, kepemimpinan, dan kepedulian sosial selama menjalani pengabdian di masyarakat. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai