Kupang, NTTzoom.com – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyiapkan lima program unggulan sebagai fokus pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWIRA, Yuliana Paula Yanti, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan seluruh kelompok mahasiswa wajib melaksanakan lima program unggulan universitas selama satu bulan masa pengabdian.
"Program kerja pertama adalah program unggulan universitas yang terdiri dari lima program. Program ini wajib dilaksanakan oleh seluruh kelompok mahasiswa karena menjadi target utama yang ingin dicapai universitas melalui Desa Binaan," kata Yuliana saat peluncuran Program Desa Binaan di Aula St Paulus Gedung Rektorat Unwira Kupang, Jumat (10/7/2026).
Program pertama adalah pencegahan stunting dan penurunan kemiskinan ekstrem. Menurut Yuliana, program tersebut diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun program prioritas nasional.
"Program pencegahan stunting dan penurunan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu prioritas karena merupakan program utama pemerintah provinsi dan juga program nasional. Melalui KKN, kami ingin ikut berkontribusi mendukung upaya tersebut," ujarnya.
Program kedua adalah pelestarian budaya lokal. Mahasiswa didorong menggali dan mendokumentasikan berbagai potensi budaya yang dimiliki Desa Nekmese sebagai bagian dari implementasi visi UNWIRA yang berakar pada kearifan lokal.
"UNWIRA memiliki visi yang berkaitan dengan budaya lokal dan kearifan lokal. Karena itu semua mahasiswa wajib menghasilkan luaran yang berkaitan dengan pelestarian budaya yang ada di desa," jelasnya.
Program unggulan ketiga adalah penguatan literasi. Sebelum mahasiswa diterjunkan, LPPM bersama Cakrawala NTT telah melakukan asesmen di empat sekolah mitra untuk memetakan kemampuan membaca dan menulis para siswa.
Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penyusunan program pendampingan selama KKN.
"Produk akhirnya berupa buku hasil karya anak-anak yang akan dipamerkan pada akhir kegiatan. Anak-anak yang belum bisa membaca akan didampingi hingga mampu membaca, sedangkan yang sudah memiliki kemampuan akan terus ditingkatkan," katanya.
Program keempat adalah Air Masuk Desa yang dijalankan bersama Solar Chapter Indonesia. Tahun pertama pelaksanaan difokuskan pada pendataan kebutuhan air bersih di seluruh dusun sebagai dasar penyusunan program lanjutan.
"Kami akan mengumpulkan data kebutuhan air bersih di seluruh dusun sehingga program lanjutan benar-benar disusun berdasarkan kondisi masyarakat," ujar Yuliana.
Sementara itu, program unggulan kelima adalah Desa Digital dan UMKM Go Online. Mahasiswa akan membantu pemerintah desa memanfaatkan platform digital yang telah disiapkan untuk mendukung pelayanan desa sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM.
"Platform desa digitalnya sudah disiapkan. Mahasiswa tinggal mengisi data-data yang dibutuhkan sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan masyarakat," ungkapnya.
Selain lima program unggulan universitas, setiap kelompok mahasiswa juga diwajibkan menjalankan program khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dusun.
"Program kelompok tidak sama di setiap dusun karena disesuaikan dengan permasalahan utama yang ditemukan di lapangan. Dengan begitu, solusi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Yuliana.
Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., berharap seluruh program yang telah disusun mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Nekmese.
"Saya berharap program kerja yang telah disiapkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat, terukur, dan memberikan dampak nyata. Jadikan Desa Nekmese sebagai laboratorium kehidupan, tempat mengintegrasikan ilmu pengetahuan, iman, kemanusiaan, dan kepedulian sosial," katanya.
Melalui lima program unggulan tersebut, UNWIRA menargetkan pelaksanaan KKN Desa Binaan tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata di bidang kesehatan, pendidikan, budaya, pengelolaan sumber daya air, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis digital.(es)
Dapatkan sekarang