‎UNWIRA Luncurkan Program Desa Binaan di Nekmese, 78 Mahasiswa Diterjunkan
Unwira Kupang meluncurkan Program Desa Binaan sekaligus melepas 78 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Tahun Akademik 2025/2026.
Redaksi
11 Jul 2026 01:43 WITA

‎UNWIRA Luncurkan Program Desa Binaan di Nekmese, 78 Mahasiswa Diterjunkan

Kupang, NTTzoom.com – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang resmi meluncurkan Program Desa Binaan sekaligus melepas 78 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (10/7/2026).

‎Peluncuran program yang mengusung tema "Kolaborasi Mewujudkan Desa Berdampak" digelar di Aula St Paulus Gedung Rektorat Unwira Penfui itu ditandai dengan penekanan tombol digital oleh Rektor UNWIRA Pater Stefanus Lio bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius Soleman Jilis Sanam, Sekretaris Dinas P&K Kabupaten Kupang, Camat Amarasi Selatan, Kepala Desa Nekmese, serta para ketua kelompok mahasiswa KKN.

‎Program Desa Binaan akan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Berbeda dengan program KKN pada umumnya, Desa Binaan dirancang sebagai program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas.

‎Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWIRA, Yuliana Paula Yanti, mengatakan Desa Binaan merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan orientasi pada dampak jangka panjang.

‎"Desa Binaan ini kurang lebih sama dengan program KKN yang lain, namun penekanannya ada pada beberapa program-program yang pendampingannya akan berkelanjutan. Ini adalah implementasi Tridharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami punya komitmen untuk membuat program ini benar-benar berdampak sehingga UNWIRA bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat," ujar Yuliana.

‎Ia menjelaskan, selama satu bulan mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang telah disusun berdasarkan hasil asesmen kebutuhan masyarakat Desa Nekmese.

‎Sebanyak 78 mahasiswa dari 11 program studi yang berasal dari enam fakultas dibagi ke dalam enam kelompok dan ditempatkan di lima dusun di Desa Nekmese. Pendekatan tersebut dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan spesifik di setiap dusun.

‎Menurut Yuliana, sebelum diterjunkan ke lapangan seluruh mahasiswa telah mengikuti pembekalan selama satu bulan yang melibatkan berbagai mitra, mulai dari Solar Chapter Indonesia untuk program air bersih, Cakrawala NTT dalam bidang literasi, Komunitas Buku Bagi NTT, HIPMI Kota Kupang untuk pengembangan UMKM, Afrofarm mengenai pakan ternak, hingga Subdit Reserse Narkoba Polda NTT terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba.

‎Program Desa Binaan UNWIRA mengusung lima program unggulan universitas, yakni pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrem, pelestarian budaya lokal, penguatan literasi, program Air Masuk Desa, serta pengembangan Desa Digital dan UMKM Go Online.

‎Selain program unggulan universitas, mahasiswa juga diwajibkan menjalankan program kelompok sesuai kebutuhan masing-masing dusun serta program individu yang disesuaikan dengan kompetensi akademik setiap peserta.

‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam, menyampaikan apresiasi atas komitmen UNWIRA yang terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

‎"Program Desa Binaan bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan wujud nyata tanggung jawab moral dan intelektual perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, memberikan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, serta membangun kemandirian dan kesejahteraan secara berkelanjutan," kata Mateldius.

‎Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan penguatan sumber daya manusia.

‎Rektor UNWIRA Kupang, Pater Stefanus Lio, mengatakan peluncuran Program Desa Binaan merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Ia menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik maupun publikasi ilmiah, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

‎"Kampus harus hadir sebagai mitra pembangunan yang bekerja bersama masyarakat, dan bukan bekerja untuk masyarakat," tegas Pater Stefanus.

‎Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik universitas selama melaksanakan pengabdian di Desa Nekmese.

‎"Anda datang ke sana menjadi pembawa solusi, bukan pembawa masalah. Jadilah duta-duta perubahan yang membawa harapan, inspirasi, dan solusi bagi masyarakat," pesannya.

‎Pater Stefanus berharap Program Desa Binaan yang diawali di Desa Nekmese dapat menjadi proyek percontohan untuk dikembangkan ke berbagai kabupaten lain di NTT, sehingga semakin banyak desa yang merasakan manfaat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai