‎PLN UIP Nusra Bangun Rumah Adat Gonggor, Masyarakat Anugerahkan Status “Ase Kae
‎Sejumlah tokoh adat berfoto di depan Rumah Adat Gendang Gonggor yang rampung dibangun PT PLN (Persero) UIP Nusra di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.
Redaksi
22 Apr 2026 10:14 WITA

‎PLN UIP Nusra Bangun Rumah Adat Gonggor, Masyarakat Anugerahkan Status “Ase Kae"

Manggarai, NTTzoom.com — Kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal mengantar PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) merampungkan pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kehadiran PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga mempererat relasi kultural dengan masyarakat adat setempat.

‎Atas kontribusi tersebut, masyarakat adat Gendang Gonggor menganugerahkan status “ase kae” (saudara) kepada PLN UIP Nusra sebagai simbol penerimaan dan penghormatan.

‎Tua Adat Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, mengatakan penganugerahan itu lahir dari rasa terima kasih masyarakat atas perhatian PLN terhadap warisan budaya yang lama terabaikan.

‎“Sekarang kami semua warga gendang menganggap PLN UIP Nusra sebagai ase kae ca bantang, satu bagian dari keluarga besar Gendang Gonggor,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, rumah adat tersebut hampir 42 tahun tidak mendapatkan perhatian berarti hingga akhirnya dapat dibangun kembali melalui dukungan PLN. Menurutnya, Rumah Adat Gonggor memiliki fungsi sentral sebagai ruang musyawarah adat, tempat pelaksanaan ritus tradisional, sekaligus simbol identitas budaya lintas generasi.

‎Apresiasi juga datang dari Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, yang menilai program TJSL PLN sebagai investasi budaya yang berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat.

‎“Pengembangan budaya Manggarai menjadi perhatian melalui bantuan pembangunan rumah adat yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan sosial masyarakat,” kata Nabit.

‎Ia menambahkan, revitalisasi rumah adat merupakan langkah penting menghidupkan kembali perannya sebagai jantung kehidupan sosial masyarakat Manggarai, sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara korporasi dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

‎Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan pembangunan rumah gendang ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.

‎“PLN hadir dan berjalan bersama masyarakat, dengan menghormati nilai-nilai adat yang telah mengakar kuat. Pembangunan rumah gendang ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN terhadap kelestarian warisan budaya Manggarai,” ungkapnya.

‎Ke depan, PLN UIP Nusra berkomitmen memperluas kolaborasi dengan komunitas adat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan untuk mengembangkan program sosial berbasis budaya dan kearifan lokal, sehingga pembangunan energi di Nusa Tenggara Timur dapat berjalan seiring dengan pelestarian identitas budaya masyarakat. (nz) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai