‎PLN Ungkap Strategi Tuntaskan Proyek Kelistrikan
Assistant Manager Keuangan, Perizinan, Pertanahan dan Umum UPP Nusra 1, Alfian Wakhid, dalam kegiatan Project Talk Series 25
‎PLN Ungkap Strategi Tuntaskan Proyek Kelistrikan
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung dalam kegiatan Project Talk Series 25
‎PLN Ungkap Strategi Tuntaskan Proyek Kelistrikan
Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, Yogi Yohannes Siburian, dalam kegiatan Project Talk Series 25
‎PLN Ungkap Strategi Tuntaskan Proyek Kelistrikan
Manager Pengendalian Proyek PT PLN (Persero) UIP Nusra,Taufan Febri Herdian dalam kegiatan Project Talk Series 25
Redaksi
20 Jun 2026 19:27 WITA

‎PLN Ungkap Strategi Tuntaskan Proyek Kelistrikan

Mataram, NTTZoom.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) membagikan pengalaman keberhasilan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 megawatt (MW) dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Jeranjang-Sekotong dalam Project Talks Series #25 yang digelar di Mataram, Kamis (18/6/2026).

‎Kedua proyek tersebut dinilai berperan penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.

‎Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Widya Anggoro Putro, mengatakan keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

‎"Keberhasilan proyek sejatinya diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, kontribusinya terhadap pembangunan daerah, serta nilai tambah yang dihasilkan bagi perusahaan dan bangsa," ujarnya saat membuka kegiatan yang mewakili Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar.

‎Menurut Widya, PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT Jeranjang-Sekotong menjadi contoh nyata pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Nusa Tenggara menghadapi berbagai tantangan geografis, sosial, dan logistik. Namun, seluruh tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi yang kuat antara PLN dan para pemangku kepentingan.

‎"Wilayah Nusa Tenggara memiliki karakteristik yang unik dan penuh tantangan. Namun melalui sinergi yang solid, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, berbagai tantangan tersebut dapat dikelola dengan baik hingga menghasilkan capaian yang membanggakan," katanya.

‎Ia menegaskan, PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT Jeranjang-Sekotong memiliki peran strategis dalam memperkuat Sistem Tambora, menekan biaya pokok penyediaan tenaga listrik, serta mendukung pengembangan investasi dan pariwisata di NTB.

‎Manager UPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menjelaskan PLTMG Sumbawa 2 memiliki kapasitas 30 MW dengan tiga unit mesin dual fuel produksi Wartsila, Finlandia, yang dapat menggunakan bahan bakar gas maupun minyak.

‎Menurutnya, pembangkit tersebut telah menyelesaikan seluruh tahapan pengujian dan memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada April 2026.

‎"Kehadiran PLTMG Sumbawa 2 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keandalan Sistem Tambora. Setelah beroperasi, daya mampu sistem meningkat menjadi 191,91 MW dengan reserve margin sekitar 21 persen," jelasnya.

‎Sementara itu, SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong memiliki panjang jalur 31,22 kilometer dengan total 76 tower transmisi. Infrastruktur tersebut berhasil energize pada Oktober 2025 dan memperoleh SLO pada November 2025.

‎Manager Pengendalian Proyek PLN UIP Nusra, Taufan Febri Herdian, mengatakan pembangunan kedua proyek dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasokan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

‎Menurut dia, PLTMG Sumbawa 2 dibangun untuk mengantisipasi potensi defisit daya pada Sistem Tambora, sedangkan SUTT Jeranjang-Sekotong berfungsi meningkatkan keandalan jaringan transmisi di Pulau Lombok sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi, investasi, dan pariwisata di wilayah Sekotong.

‎"Pembangunan kedua infrastruktur ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasokan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat," ujar Taufan.

‎Melalui forum Project Talks Series, PLN UIP Nusra juga membagikan berbagai pembelajaran dan pengalaman selama proses pembangunan proyek agar dapat menjadi referensi bagi unit-unit PLN lainnya dalam mengelola proyek strategis ketenagalistrikan di berbagai daerah. (nz) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai