KUPANG, NTTZOOM-Salah satu kelompok tani budidaya tanaman kelor atau marungga di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memproduksi kopi dan teh mujizat.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Lecky Koli yang diwawancara NTTZOOM.COM di ruang kerjanya, Selasa (14/9) mengakui, sejumlah kelompok tani kelor terus berproduksi hingga saat ini. Bahkan, ada yang bisa memproduksi bubuk kelor puluhan ton.
"Ada satu di Kabupaten Sikka itu produksinya sudah sampai satu ton. Dan mereka sudah produksi kopi kelor, teh kelor, kue dan makanan dengan bahan dasar kelor," jelas Lecky yang juga mantan Kepala Bappelitbangda NTT itu.
Menariknya, jenis-jenis produk dari kelompok tani itu menambahkan nama kelompok tani tersebut. Karena namanya Kelompok Tani Mujizat Ilahi, sehingga kopi dan teh yang diproduksi diberi nama Kopi Mujizat dan Teh Mujizat.
Poktan tersebut terletak di Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante. Ketuanya adalah Marselinus Isak. Selain mendapat bantuan mesin dan peralatan dari Pemprov NTT, poktan tersebut juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat.
Ada pula Poktan Marungga di Moramam, Kecamatan Alor Barat Daya yang dikelola Elisabeth Lapailaka. Poktan ini memproduksi bubuk kelor juta telah memproduksi minyak dari biji kelor yang sudah bisa dijual dalam kemasan botol. "Kelompok ini juga memproduksi coklat kelor," sambung Lecky.
Di Kabupaten Kupang, tepatnya di Desa Bokonusan, Pulau Semau, ada Kelompok Tani Suka Maju yang dipimpin Yestan Polly. Poktan ini memproduksi bubuk kelor hingga 20 ton untuk memenuhi pesanan konsumen.
Sementara Poktan Kahomba Mini di Kanatang, Kabupaten Sumba Timur juga memproduksi bubuk kelor. Produksinya mencapai 10 ton untuk memenuhi permintaan mitra di Bajawa, Kabupaten Ngada. Poktan ini dipimpin Eduardus Seran Klau.(cd3/nz)
Dapatkan sekarang