Politani Kupang Kukuhkan Ratusan Peserta Mabim
Penutupan Mabim Politani Kupang
Carlens
19 Jun 2022 19:46 WITA

Politani Kupang Kukuhkan Ratusan Peserta Mabim

KUPANG, NTTZOOM-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) menggelar penutupan Masa Bimbingan Mahasiswa (Mabim) bagi Mahasiswa Semester 1 (satu) Jurusan MPLK tahun angkatan 2020-2022 periode 2022, di Lapangan Futsal, Politani Kupang. Sabtu (18/6). 

Penutupan Mabim itu bertema Membentuk Karakter Mahasiswa-Mahasiswi Mewujudkan Revormasi Mental di Era Globalisasi dalam Dunia Akademis. Mereka yang dikukuhkan sebanyak 275 orang. 

Ketua Jurusan MPLK yang diwakili Alfred Riston Toleu, A. Md selaku Pembina Jurusan MPLK mengungkapkan, kegiatan kemahasiswaan terus berjalan. Salah satunya adalah Masa Bimbingan (Mabim). Dimana, Mabim merupakan rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru agar dapat mengenal lebih dalam mengenai perguruaan tingginya.  

Dikatakan, Mabim adalah suatu anugerah bagi mahasiswa baru ketika masuk di dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

"Mabim itu anugerah bagi adik-adik mahasiswa. Karena tidak semua orang mendapatkan hal seperti yang adik-adik dapatkan dari para kakak-kakak senior kalian. Dan tujuan Mabim adalah mahasiswa akan diberikan pembekalan agar dapat menyesuaikan diri, baik dengan lingkungan kampus, proses pembelajaran dan semua civitas perguruan tinggi mulai dari staf, dosen pengajar dan mahasiswa lainnya, agar mahasiswa baru dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru," jelas Alfred. 

Alfred juga jelaskan, Mabim bertujuan untuk membina karakter, mental, serta sikap mahasiswa dalam mengenal dunia kampus, dimana kegiatan ini juga adalah tahapan atau proses peralihan dari SMA menuju perguruan tinggi seperti Kampus Politani Kupang.  

"Kalian itu harus menjadi mahasiswa di Kampus Politani Kupang yang punya skill, dan ketika kalian punya skill maka kalian terjun ke masyarakat mama kalian dipandang sebagai orang yang hebat," ujarnya. 

Alfred juga menyampaikan terima kasih kepada para senior dan Ketua Panitia Pelaksana Mabim yang sudah bekerja sama dengan baik sehinggah kegiatan Mabim yang dititipkan oleh lembaga Kampus Politani Kupang berjalan dengan baik. 

"Dan pada malam ini, para mahasiswa baru (Maba) telah dikukuhkan menjadi senior," ucapnya. 

Selanjutnya Ketua HMJ-MPLK, Marko Galus dalam sambutannya menjelaskan, Jurusan MPLK masih memiliki rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Mahasiswa Baru (Maba), yaitu Masa Bimbingan (Mabim). Kegiatan yang wajib diikuti para Maba MPLK setiap tahun.  

Menurut Marko, kewajiban dari Maba untuk Mabim, yakni ketika setelah mengikuti Mabim, para mahasiswa akan mendapatkan sertifikat.  

"Setiap tahunnya, mahasiswa baru wajib mengikuti Mabim karena mabim itu sangatlah penting. Salah satu syarat, yakni ketika mahasiswa ingin mengajukan skripsinya untuk wisuda," ujarnya.  

Selaku Ketua HMJ, ia berharap, melalui kegiatan penutupan Mabim tersebut para mahasiswa dapat saling mengenal dan dapat meningkatkan solidaritas antar mahasiswa. 

"Saya selaku Ketua HMJ MPLK berharap lewat kegiatan penutupan Mabim ini, mahasiswa dapat lebih mengenal antar junior dan senior di Jurusan MPLK," sambung dia. 

Selanjutnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politani Kupang, Dev Bian dalam sambutannya sekaligus menutup kegiatan Mabim MPLK menyampaikan, para peserta Mabim yang mengikuti sejak awal Mabim hingga berakhirnya Mabim ini secara defacto sudah sah menjadi mahasiswa Jurusan MPLK.  

Dikatakan, setiap mahasiswa yang mengikuti Mabim tentunya akan mengetahui arti dari Mabim tersebut, dan di Mabim terdapat proses-proses yaitu seperti membentuk karakter dan mental mahasiswa. 

"Para peserta Mabim itu perlu ketahui, Mabim itu apa dan apa yang saya dapat dari Mabim. Itu kuncinya supaya kawan-kawan keluar dari zona nyaman. Harus paham itu," kata Dev. 

Dev juga ungkapkan, jika berbicara terkait vokasi, itu berbicara tentang praktikum lebih banyak persentasenya dibandingkan dengan teori. Kata Dev, praktikum di Kampus Politani Kupang 60 persen dan teori 40 persen. 

"Sehinggah turun di masyarakat apa yang kita persiapkan dari sekarang, proses-proses seperti ini yang harus dipersiapkan dari dunia kampus atau dunia akademis itu sendiri," ujarnya. 

Lanjut Dev, selain mampu bekerja sama, mahasiswa diharapkan mampu bekerja sendiri mulai dari merencanakan belajar, menentukan sumber yang digunakan, hingga menjalankan rencana tersebut secara teratur tanpa mengandalkan bimbingan dan dukungan dari orang lain.  

"Mahasiswa diharapkan mampu untuk mengenal dirinya sendiri secara utuh untuk dapat menentukan arah masa depannya sendiri," ucapnya. 

Ia juga menyampaikan limpah terima kasih kepada ketua pelaksana, seluruh panitia yang telah bekerja keras dan cerdas serta mengawal kegiatan Mabim hingga usai dengan baik. 

Sementara Jimi Kale mahasiswa baru (Maba) kepada nttzoom.com mengatakan, dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena menurutnya kegiatan itu dapat melatih mahasiswa agar bisa tampil di depan umum dengan percaya diri, meningkatkan rasa tanggung jawab dan kekompakan serta dapat membangun kebersamaan antara senior dan junior. 

Upacara penutupan ditandai menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Politani Kupang. 

Turut hadir Ketua HMJ TPH, Ketua HMJ Peternakan, Mandataris HMJ Kehutanan, Ketua HMJ Perikanan, Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dan Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta undangan.  

Untuk diketahui, dari 557 peserta Mabim dan yang mengikuti Mabim hingga pentupan terdapat 275 peserta.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai