Prodi Perikanan Hasilkan Krupuk Ikan Berkualitas 
Mahasiswa Unipa Maumere pose bersama ibu-ibu nelayan Wuring
Carlens
11 Oct 2021 15:47 WITA

Prodi Perikanan Hasilkan Krupuk Ikan Berkualitas 

MAUMERE, NTTZOOM-Program Studi Perikanan dan Kelautan Universitasa Nusa Nipa (UNIPA) melakukan pengembangan kerupuk ikan berkualitas di Kelurahan Wuring Kecamatan Alok Barat. Kegiatan itu melibatkan ibu-ibu nelayan di wilayah Kelurahan Wuring. 

Hal ni disampaikan Ketua Prodi Maria Yohanista  S.Pt.MP, Sabtu (9/10) di Maumere. Maria jelaskan, kehadiran mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan dan Kelautan dalam pengelolaan hasil perikanan, di Nangahure Lembah, Wuring  melibatkan ibu-ibu nelayan, untuk mengembangkan pengelolaan hasil ikan menjadi kerupuk ikan.  

Ikan yang diolah menjadi kerupuk, kata Maria, adalah jenis ikan tuna dan cakalang. Diolah dalam tiga variasi rasa, yakni ditekankan verifikasi produk.  

Kerupuk ikan yang diolah dalam tiga variasi rasa itu di antaranya, rasa original, rasa pedas dan rasa manis.  

"Kami melakukan ini karena Fakultas Ilmu Perikanan sendiri sudah memiliki brand, yakni Nipafis. Awalnya mau dikembangkan hanya abon  ikan, rumput laut dan bakso ikan. Namun saat ini kami kebangkan kerupuk ikan,” jelas Maria. 

Menurut Maria, di Fakultas Perikanan dan Kelautan sudah memiliki izin rumah tangga dari Dinas Kesehatan. Nama Nipafis lanjut Maria sudah dilaunching sejak tahun 2018, dan penjualannya hanya dalam lingkungan kampus. Nama Nipafis, diambil dari kata Nusa Nipa, sementara Fis merupakan produk Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.  

Tekhnik pengolahan ikan ini berasal dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, dengan logo ikan, dalam proses pengolahannya, dikerjakan dalam tiga varian rasa dan tanpa bahan tambahan (NDG). 

Sementara para ibu nelayan yang bergabung dalam kelompok mahasiswa ini bertujuan untuk mengikuti proses pengolahan ikan menjadi kerupuk. Dalam proses tersebut membutuhkan waktu selama dua hari, karena produk yang dihasilkan harus membutuhkan waktu untuk dijemur. Mahasiswa akan kembali ke kampus membawa hasilnya prodaknya untuk ditempelkan plannya dan siap untuk dipasarkan dalam lingkungan kampus.  

Terkait higienitas lanjut Maria, setiap produk harus sesuai izin produk rumah tangga, maka para tutor harus memiliki sertifikat keamanan pangan, yang menjamin bahwa produk tersebut dikeluarkan dengan Izin Produk Rumah Tangga  (IPRT). Sementara di Fakultas Perikanan saat ini sudah dua orang yang telah memiliki IPRT. Maria berharap, produk tersebut dapat dikembangkan di kalangan ibu rumah tangga.   

Para ibu nelayan juga dapat mengembangkan produk tersebut dengan metode diversifikasi.  

"Harapan kami di tengah pandemi Covid-19 ini, para ibu-ibu nelayan  dapat mengembangkan produk ini dengan metode diversifikasi ini,” ujar Maria.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga