Rapat DPRD Sikka Bersama Dokter dan Nakes Berakhir Ricuh
Suasana rapat di DPRD Kab.Sikka yang sempat ricuh
Redaksi
12 Jul 2021 23:18 WITA

Rapat DPRD Sikka Bersama Dokter dan Nakes Berakhir Ricuh

MAUMERE, NTTZOOM – Rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Sikka menggelar Rapat Dengar Pendapat ( RDP) bersama dokter dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Senin (12/7) berakhir ricuh. Pasalnya, salah seorang anggota DPR Benediktus Lukas Raja alias Diki, menyebarkan video melalui Youtube yang berisi pernyataannya saat rapat paripurna Jumat (9/7) yang lalu, dalam video itu Diki menyebut dokter dan Nakes memanfaatkan penanganan covid untuk dijadikan proyek. APD dan Rapid tes dijadikan sebagai bisnis.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sikka Donatus David tidak membuahkan hasil, karena dalam rapat tersebut terjadi debat kusir antara anggota DPRD, yang terkesan pimpinan rapat tidak mampu memimpin rapat. Rapat yang terkesan seperti debat kusir itu, mendapat peringatan keras oleh salah seorang anggota DPRD Stef Sumadi. Dia meminta agar rapat harus mengikuti tatib dan bukan dilakukan seperti debat kusir. Ini ruang sidang yang terhormat, rapat ini ada tatibnya karena itu harus mengikuti tatib bukan dilakukan seperti debat kusir," tegas Stef.

Rapatpun dilanjutkan, pimpinan rapat David meminta Diki untuk melakukan klarifikaksi dan menyampaikan permohonan maaf kepada dokter dan Nakes. Belum sempat Diki melakukan klarifikasi, salah seorang anggota DPRD lainnya Philip Fransiskus dari partai PAN menimpali bahwa dalam rapat paripurna yang lalu, bukan dilaksanakan dalam ruang hampa, rapat resmi dan diundang secara resmi pula. Philips mengangkat handponenya menunjukkan kalau undangan rapat paripurna itu disampaikan melalui Watshap.

“Rapat paripurna itu bukan dilakukan dalam ruang hampa, tetapi resmi yang dihadiri oleh pemerintah, bupati sendiri dan sekda, semestinya ketika itu bupati atau sekda sendiri yang melakukan klarifikasi, bukan dalam RDP ini," tegas Philips.

Pimpinan rapat Donatus David lagi meminta agar Diki menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf sesuai tuntutan para dokter dan Nakes dalam pernyataan sikapnya. Herannya klarifikaksi yang disampaikan Diki ketika itu tidak menyentuh pada subtansinya, bahkan terkesan berbelit belit, yang membuat sejumlah dokter dan Nakes kecewa.

Dokter Asep Purnama pada kesempatan itu bahkan membeberkan sebelum Diki menyampaikan pernyataannya dalam rapat paripurna itu, Diki sudah memposting dalam media sosial yang membuat para dokterdan Nakes semakin merasa kecewa.

Postingan Diki dalam media sosial itu berbunyi, “Corona tak kunjung usai, ketika protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas sudah diterapkan dengan baik namun pandemi tak kunjung usai. Coba terapkan uji coba berikut ini, hentikan tesnya, stop anggarannya, hilangkan beritanya, bubarkan teamnya," hal ini menurut Asep sangat meresahkan masyarakat Sikka dan mencederai para dokter dan Nakes di Sikka.

"Seperti yang sudah dikonstruksikan sebelumnya, karena sebelum rapat paripurna digelar, Diki sudah memposting melalui media sosial. Postingan itu bukan mendukung kerja nakes dan dokter yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan masyarakat Sikka dari pandemi Covid-19 Sikka ini, malah membuat resah," jelas Asep.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga