Refafi Gah: Pak Gub Sibuk Sekali Jadi Kadang Lupa Say Hallo
Refafi Gah pose bersama Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi
Carlens
13 Sep 2021 10:40 WITA

Refafi Gah: Pak Gub Sibuk Sekali Jadi Kadang Lupa Say Hallo

Catatan Partai Pengusung untuk Victory-Joss di Tahun Ketiga Pimpin NTT (1)

PARTAI Nasdem, Partai Golkar dan Partai Hanura. Punya pandangan masing-masing terkait kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi. 

Ketiga partai ini yang mengusung kedua politisi itu dan memimpin Provinsi NTT sebagai gubernur dan wakil gubernur. Tidak terasa, tanggal 5 September 2021 lalu, sudah genap tiga tahun. Lalu, apa catatan atau penilaian Partai Hanura? 

Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT Refafi Gah yang diwawancara NTTZOOM.COM, Senin (13/9) menilai, selama tiga tahun, Victory-Joss punya kelebihan, tetapi juga ada kekurangan. 

Sebagai anggota DPRD Provinsi NTT, Refafi menyebut beberapa catatan kritis untuk kedua pemimpin tersebut. 

Menurut Refafi, meski dengan kesibukan yang tinggi, gubernur dan wakilnya harus memiliki waktu untuk duduk bersama tim dan partai pengusung. Tujuannya untuk sama-sama mengevaluasi, sehingga hal-hal yang masih kurang, bisa diperbaiki di sisa waktu dua tahun ke depan. 

"Pak Gub ini kan sibuk sekali jadi kadang lupa say hallo," kata Refafi. 

Bagaimanapun, tim dan partai pengusung adalah orang-orang yang berdiri di depan saat masa-masa kampanye. Sehingga masyarakat yang tidak bisa bertemu langsung gubernur dan wakilnya, akan mencari tim dan partai pengusung untuk menagih janji-janji politik saat kampanye. 

Untuk itu, Refafi berharap gubernur dan wakilnya bersama tim kerjanya saat ini sudah harus menyisihkan waktu. 

"Paling tidak, satu bulan atau dua bulan, panggil dan kita duduk-duduk bersama. Kalau gubernur dan wakilnya sibuk sekali, ada orang-orang dekatnya. Tim kerjanya," harap Refafi. 

Dia akui, hingga saat ini pihaknya masih memberi apresiasi atas kerja keras kedua tokoh tersebut dalam upaya membangun NTT. Jika ada kekurangan di sana sini, tidak boleh dibiarkan. Harus ada waktu luang untuk sekadar makan atau ngopi bersama. Sembari membahas masa depan daerah ini. 

"Kalau ada kelebihan, kita bangga. Kita angkat jempol. Kita bicara tentang Pak Viktor, Pak Jos Nae Soi berlanjut. Tapi kalau ada kekurangan, kita perbaiki bersama. Tidak hanya partai pengusung, tim," tandasnya. 

Hanura menurut Refafi memiliki andil dan ikut berjuang bersama Victory-Joss. Begitu pun Nasdem dan Golkar. Namun saat ini, justru lebih banyak orang-orang di sekeliling penguasa yang tidak berkeringat saat masa-masa perjuangan dulu. 

Hal ini harus segera diperbaiki oleh Victory-Joss, jika memiliki mimpi untuk kembali bertarung di Pilgub NTT 2024 mendatang. 

"Kawan-kawan dulu, sekarang mereka berkeliaran di luar. Mereka menonton kesuksesn yang mereka perjuangkan. Yang ada sekarang kebanyakan yang tidak berkeringat, tapi menjadi orang besar," beber dia. 

Anggota DPRD NTT dua periode itu lanjutkan, dirinya terus berupaya memberikan pengertian kepada teman-teman seperjuangannya. Bahwa saat ini gubernur sedang bekerja keras. Mengawal program kerjanya. Namun dia yakin gubernur pasti akan mencari waktu yang tepat untuk merangkul kembali teman-temannya tersebut. 

"Pak Gub memang tingkat kesibukannya tinggi sekali, apalagi kalau ada program yang tersendat, beliau pasti turun langsung untuk lihat. Tetapi pasti dia akan cari waktu untuk bertemu," sambungnya. 

* Janji-janji dan Program Kerja 

 Selama tiga tahun, Victory-Joss dinilai telah melakukan banyak hal untuk daerah ini. Meski dihantam Pandemi Covid-19 di tahun kedua hingga saat ini, namun berbagai terobosan terus dilakukan. 

Meski masih ada kekurangan, namun dengan situasi seperti saat ini, apa yang sudah dikerjakan kedua tokoh tersebut patut diberi apresiasi. 

"Yang paling sukses menurut kami adalah infrastruktur. Tidak pernah ada gubernur NTT yang sukses membangun semua jalan provinsi dalam kurun waktu tiga tahun," puji Refafi. 

Menurut dia, membangun infrastruktur jalan adalah membuka akses sebagai salah satu upaya untuk mempercepat perputaran ekonomi. Tujuan akhirnya, masyarakat sejahtera. 

Sebagai anggota di komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Refafi secara terbuka mengakui perjuangan Viktor Laiskodat untuk membawa masuk anggaran dan dukungan lain ke NTT. Di saat APBD NTT tergerus karena refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19. 

"Bayangkan, program sudah direncanakan dalam APBD, tapi anggaran kena refocusing. Bagaimana mau selesai. Ini yang harus kita pahami. Dana dari pusat juga terbatas karena memang semua terdampak," sambungnya. 

Refafi akui, gubernur Viktor memiliki kekuatan koneksinya yang bagus, baik di dalam negeri dan luar negeri. Sehingga NTT mendapat perhatian yang sangat luar biasa selama tiga tahun ini. 

"Kita bisa lihat, berapa kali presiden ke NTT. Hampir setiap bulan ada kunjungan menteri. Ini karena gubernur kita punya jaringan dan hubungan yang baik dengan orang-orang di pusat," bebernya lagi.

Terkait masalah pengiriman anak-anak NTT untuk bekerja atau sekolah ke luar negeri, Refafi katakan, siapapun pemimpinnya, dengan kondisi pandemi akan sulit untuk terpenuhi. 

Pasalnya, mereka yang mau dikirim ke luar negeri, harus melalui proses rekrutmen dan pelatihan. Namun dengan pandemi saat ini, sulit dilaksanakan karena terkendala protokol kesehatan dan juga anggaran yang terbatas. 

"Tetapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Masih ada yang dikirim ke luar negeri," sebutnya. 

Masih menurut dia, program pengembangan ikan kerapu meski belum ada hasil yang maksimal, namun masih ada harapan. 

Dia katakan, ikan kerapu yang dipanen hanya sekira 1 persen, namun fakta di lapangan, ikan kerapu melimpah di sekitar area tambak. Hal ini yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Misalnya dengan menggelar lomba mancing di sekitar area tambak.

"Namanya program baru, sangat mungkin bisa gagal. Tapi kita sudah punya banyak keramba. Kalau gagal, kita evaluasi dan carikan solusinya. Justeru pemerintah pusat sekarang dukung luar biasa dengan anggaran sekira Rp 100 miliar," sambung dia lagi. 

Dengan anggaran yang terbatas saat ini, para punggawa gubernur dituntut untuk bekerja keras. Harus memiliki inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Dia contohkan, program pengampunan pajak atau penghapusan denda pajak kendaraan bermotor oleh Badan Aset sangat membantu. Selain itu, Dinas Perhubungan juga diminta untuk memaksimalkan pendapatan melalui terminal-terminal yang dikelola. 

"Karena banyak anak buah, pembantu-pembantu gubernur yang tidak mampu menerjemahkan apa yang diinginkan gubernur. Sementara gubernur tidak bisa bekerja sendiri," kata Refafi. 

Sebagai partai pengusung, Refafi tetap bangga dengan kemampuan gubernur dalam melobi anggaran dari pusat. Bahkan pulau sekecil Pulau Semau, mendapat kucuran APBN untuk pembangunan jalan. 

Refafi katakan, meski sebagai partai pengusung belum mendapat perhatian lebih gubernur, namun bukan pada persoalan tersebut. Dia merasa bangga memiliki gubernur yang hebat. 

"Kalaupun ada kekurangan, itu wajar. Janji politik itu wajar. Manusiawi. Presiden saja, tidak semua janji politiknya terjawab," sambungnya. 

Bahkan Refafi secara gamblang mengatakan Gubernur Viktor layak mendapat penghargaan sebagai bapak pembangunan infrastruktur. 

"Kita patut memberikan penghargaan, meski ada kekurangan. Karena tidak ada gubernur lain yang mampu membangun jalan provinsi seperti yang dilakukan Pak Viktor," tutupnya.(cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai