‎Sebulan Panen, Warga Tantong Raup Rp5 Juta dari Program Hortikultura PLN
Salah satu warga petani yang dibina melalui program budidaya hortikultura yang dijalankan PT PLN (Persero) melalui PLN UIP Nusra di Dusun Tantong, sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok.
Redaksi
20 Apr 2026 11:56 WITA

‎Sebulan Panen, Warga Tantong Raup Rp5 Juta dari Program Hortikultura PLN

Manggarai, NTTzoom.com — Program budidaya hortikultura yang dijalankan PT PLN (Persero) melalui PLN UIP Nusra di Dusun Tantong, sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok, mulai menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat. Dalam waktu sekitar satu bulan sejak tanam, kelompok tani setempat sudah mampu meraup pendapatan hingga Rp5 juta dari hasil panen sayuran.

Komoditas fanbox dan pakcoy menjadi tanaman yang paling cepat memberikan hasil. Masa panen yang singkat membuat warga bisa segera menikmati pendapatan dari lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Salah seorang penerima manfaat, Karolus, mengaku panen perdananya mencapai 500 pohon fanbox dengan harga jual Rp6.000 per pohon. “Dari fanbox saja saya dapat Rp3 juta. Dari pakcoy sekitar Rp2 juta dalam satu bulan,” ujarnya.

Menurutnya, hasil tersebut di luar komoditas lain seperti mentimun dan tomat yang juga mulai dipanen. “Ternyata tidak butuh waktu lama untuk menikmati hasilnya, dan ini benar-benar kami rasakan,” tambahnya.

Penerima manfaat lainnya, Sakarias, menuturkan bahwa program ini tidak hanya membantu pada tahap pengolahan lahan, tetapi juga hingga pemasaran hasil panen. Warga mendapat pendampingan mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga akses pasar.

‎Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, menilai inisiatif tersebut mendorong masyarakat lebih produktif memanfaatkan lahan terbatas. 

‎“Membangun Manggarai adalah strategi terbaik untuk mempercepat kesejahteraan. Dalam keterbatasan fiskal, kontribusi setiap pihak sangat berarti,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa keberhasilan panen cepat yang dirasakan warga menjadi indikator bahwa program dirancang sesuai kebutuhan lapangan.

“Pendampingan yang kami lakukan bukan hanya sebatas pemberian bantuan sarana, tetapi memastikan masyarakat benar-benar bisa menanam, memanen, dan menjual hasilnya. Ketika dalam satu bulan warga sudah bisa memperoleh pendapatan jutaan rupiah, itu menunjukkan program ini tepat sasaran,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, PLN akan terus memperkuat pola pemberdayaan berbasis hasil nyata agar masyarakat di sekitar wilayah kerja semakin mandiri secara ekonomi sekaligus memiliki ketahanan pangan yang kuat. (nz) 

 

Ganti anggel berita bgmna??

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai