Kupang, NTTzoom.com — Fenomena semburan lumpur di Bukit Liman, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat viral di media sosial sejak Senin (12/01/2026), dipastikan tidak berdampak bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah desa setempat menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/01) pagi dan merupakan fenomena alam yang sudah berulang kali terjadi, terutama saat musim hujan.
Kepala Desa Ui Tiuh Tuan, Oni Natun, saat dikonfirmasi pada Rabu (14/01/2026), membenarkan adanya semburan lumpur yang terekam dan beredar luas di media sosial. Namun ia menegaskan, kondisi tersebut aman dan terkendali.
“Informasi soal lumpur di Gunung Liman itu benar adanya, tetapi tidak ada dampak apa-apa bagi masyarakat sekitar, maupun pada pertanian dan peternakan. Aman dan terkendali,” kata Oni Natun.
Ia menjelaskan, semburan lumpur di Bukit Liman bukanlah fenomena baru bagi warga Desa Ui Tiuh Tuan. Peristiwa serupa disebut hampir terjadi setiap tahun dan umumnya muncul saat intensitas hujan tinggi.
“Semburan itu sudah sering terjadi selama ini, hampir setiap tahun. Biasanya muncul di musim hujan, saat hujan deras. Jadi bagi kami itu sudah hal biasa,” ujarnya.
Menurut Oni, semburan lumpur terakhir hanya berlangsung selama satu hari dan telah berhenti. Lokasi semburan berada di pinggiran laut, tepatnya di bawah kaki Bukit Liman bagian barat, dengan luasan area sekitar 10 x 20 meter.
“Sampai hari ini sudah tidak ada lagi semburan. Hanya satu hari saja. Setelah itu lumpurnya mengering,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, tinggi semburan lumpur tidak signifikan. Berdasarkan keterangan warga yang melihat langsung kejadian pada Minggu (11/1/2026) pagi, tinggi semburan hanya sekitar lutut orang dewasa.
“Tingginya kecil saja, mungkin sekitar 30 sampai 50 sentimeter, atau sekitar lutut orang dewasa,” tambahnya.
Terkait viralnya video di media sosial yang sempat menimbulkan kekhawatiran, Oni menyebut pemerintah desa telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait supaya bisa dilakukan penelitian. Ini penting untuk memastikan, jangan sampai beberapa tahun ke depan justru berdampak besar bagi masyarakat, baik di Desa Uitiuh Tuan maupun desa tetangga,” katanya.
Sebelumnya, Polda NTT juga telah menegaskan bahwa semburan lumpur di Bukit Liman bukan merupakan letusan gunung api. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan tetap mengacu pada keterangan resmi dari pihak berwenang. (es)
Dapatkan sekarang