Sistem Proporsional Tertutup adalah Kemunduran
Yusak Meok
Carlens
29 May 2023 19:44 WITA

Sistem Proporsional Tertutup adalah Kemunduran

* NasDem NTT Enggan Komentari Gugatan Sistem Pemilu

KUPANG,NTTZOOM-Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Nusa Tenggara Timur (NTT) enggan mengomentari ihwal sistem pemilu yang kini sedang digugat di Mahkamah Konsitusi (MK).

Sekretaris DPW NasDem NTT Yusak Meok, Minggu 28 Mei 2023 menyebut sekalipun telah ada informasi yang beredar bahwa penerapan sistem pemilu proporsional tertutup, NasDem memilih untuk tidak menanggapi hal itu.

"Sesuatu yang belum jelas, artinya belum bisa ditanggapi," sebutnya.

Yusak meminta agar menunggu kepastian dan keputusan MK. Yusak yang ditanya terkait sikapnya jika diterapkan sistem proporsional tertutup, mengaku belum memberikan komentar. "Belum mau komentar," tukasnya.

Sebelumnya, DPW Partai NasDem NTT menilai sistem proposional terbuka itu mendorong penentuan Caleg terpilih adalah peraih suara terbanyak. Dengan demikian demokrasi akan ditegakkan.

Namun, Yusak mengaku pihaknya akan tetap menerima apapun keputusan pengadilan, karena NasDem juga merupakan Parpol.

Kendati demikian, menurut dia sistem proporsional terbuka hingga kini masih merupakan upaya demokrasi dalam pemilihan.

"Kalau ada wacana soal sistem proporsional tertutup, itu kita mundur ke belakang, meskipun ada dominasi partai terlihat di dalamnya," kata Yusak, Selasa 11 April 2023.

Ia cenderung mendorong agar proses rekrutmen dan pendidikan kader harus dijalankan dengan baik, maka akan ada tanggung jawab kader dalam memajukan partai.

Artinya, Parpol dan kader akan memiliki kesamaan dalam menghasilkan calon terpilih dengan legitimasi kuat dari masyarakat.

Hal ini berdampak ke sistem Pemilu terbuka yang sejauh ini telah diberlakukan sejak tahun 2009 dan merupakan sistem yang sangat ideal.

"Jangan lagi kita mundur ke proporsional tertutup. Itu kemunduran bagi kami," tandasnya.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai