SMKN 6 dan SMKN 1 Jejaki Kerja Sama Uji Profesi
Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Manasong Lahtang menandatangi MoU disaksikan Kepala SMKN 1 Kupang, Mixon Rudolf Nicolas Abineno di ruang rapat Kepala SMKN 1 Kupang, Rabu (16/3)
Carlens
20 Mar 2022 09:54 WITA

SMKN 6 dan SMKN 1 Jejaki Kerja Sama Uji Profesi

* Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja

KUPANG, NTTZOOM-Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kupang, sedang mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar dapat menguji kompetensi siswa sesuai bidang keahliannya.  

Untuk mewujudkan mimpi tersebut dan bermodalkan dua assesor, sekolah mulai menjajaki kerja sama dengan SMKN 1 Kupang agar dapat menguji siswanya.  

Kerja sama tersebut dalam bentuk MoU yang ditandatangani masing-masing kepala sekolah. Penandatanganan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kepala SMKN 1 Kupang, Rabu (16/3). 

Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Manasong Lahtang menjelaskan, pihaknya belum memiliki LSP yang mandiri. Sejauh ini pihaknya sudah mencetak dua assesor namun belum bisa melakukan uji kompetensi sendiri.  

Terhadap hal itu, pihaknya bekerja sama dengan SMKN 1 Kupang agar siswa dapat diuji kompetensinya sesuai ketentuan yang ada.  

"Biar bagaimana pun, anak ini akan tamat dan harus memiliki kompensasi maka untuk menjamin ini, kami kerja sama dengan SMKN 1 Kupang agar bisa menguji," katanya.  

Disebutkan, sistem pengakuannya juga tidak dilakukan asal-asalan, namun benar-benar dilakukan secara baik sehingga anak itu bisa memperoleh nilai sesuai keahliannya.  

Salah satu kesepakatan yang dibangun adalah, sistem pengujian secara silang antara assesor SMKN 6 dan SMKN 1.  

"Sistem penguji tersebut diyakinkan akan memberikan nilai profesionalitas yang tinggi. Ini kami berlakukan pengujian silang jadi tidak ada lulus atau dianggap memiliki kompetisi karena nilai, tapi benar-benar profesional," katanya.  

Ia berharap dengan pembinaan dan dukungan dari SMKN 1 Kupang dalam mempersiapkan dan menyukseskan LSP-nya itu dapat terwujud karena pihaknya sudah mempersiapkan SDM yang mumpuni.  

"Kami yakin ke depan SMKN 6 memiliki banyak siswa dan bisa mandiri seperti SMKN 1 Kupang saat ini," harapnya.  

Pada kesempatan tersebut, mantan guru SMKN 5 Kupang itu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada kepala dan guru SMKN 1 yang sudah bersedia membantu sekolahnya itu.  

Sedangkan, Kepala SMKN 1 Kupang, Mixon Rudolf Nicolas Abineno menjelaskan kerja sama tersebut tentang uji LSP. 

Dijelaskan kerja sama tersebut bukan baru pertama kali dilakukan namun sudah berlangsung dengan 11 SMK yang tersebar di NTT. 

Pihaknya memiliki LSP mandiri sehingga diharapkan dengan kerja sama ini dapat meningkatkan mutu hingga mandiri LSP SMKN 6 Kupang.  

Diungkapkan, kerja sama tersebut terjalin atas dasar adanya kesamaan pada 3 jurusan. SMK 6 sudah memiliki 2 assesor dan ke depan terus ditambahkan dari kedua sekolah itu.  

Lanjut Nixon, pelaksanaan ujian sertifikasi profesi nantinya dilakukan dengan sistem silang. Jadi asesor di SMK 1 menguji di SMK 6 dan sebaliknya assesor milik SMK 6 Kupang.  

"LSP ini mesti diperkuat agar pembelajaran dilakukan sesuai dengan perkembangan dunia kerja dan harus mahir pada jurusannya. Jadi anak yang tamat mesti memiliki sertifikasi yang menunjukkan bahwa ia berkompeten di bidangnya," tandasnya.  

Sertifikat profesi tersebut hanya berlaku selama 3 tahun dan akan di-upgrade lagi. Hal ini bertujuan agar menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan sesuaikan dengan tuntutan dunia kerja.  

"Saat ini tanpa ujian nasional saat ini sehingga siswa harus berkompeten di bidangnya. Assesor juga tida asal-asalan menguji karena akan ketahuan pada nomor registrasi sertifikatnya," katanya. 

"Kalau tidak benar maka akan di-black list sebagai assesor maka pembelajaran harus dilakukan secara baik," tutupnya.(*/jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai