* Kadis Parekraf NTT Minta IHKA Rutin Gelar Kompetisi
* Tidak Salah Pilih SMKN Bungtilu
KUPANG, Nttzoom-Siswa SMK Negeri Bungtilu, Letbaun tampil percaya diri dan membawa pulang dua piala dalam Making Bed and Towel Art Competition yang digelar Indonesian Housekeeper Asociation (IHKA) di Hotel Harper Kupang, Jumat (15/9).
IHKA NTT dan DPP IHKA menghadirkan dua kategori lomba, yakni kategori industri yang diikuti para housekeeper hotel di Kota Kupang dan kategori pendidikan yang diikuti SMK dan perguruan tinggi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Lomba didukung PHRI NTT dan sejumlah sponsor lainnya.
Sebanyak 13 siswa jurusan perhotelan SMKN Bungtilu bersaing dengan hampir 40 peserta untuk merebut tiket ke final. Dan, dua siswa, masing-masing Felkris Obeng dan Agung Hitis berhasil masuk putaran final bersama mahasiswa Poltek Kupang, SMK Negeri 3 Kupang, SMK Kencana Sakti Kupang dan SMK Negeri 1 Amarasi Barat.
Sekjen DPP IHKA, Asmungi Al Manan dalam sambutannya mengatakan, kompetisi untuk para Housekeeper baru pernah dilakukan di NTT. Padahal keahlian dalam hal penataan kamar hotel, khususnya tempat tidur sangat penting.
Asmungi yang juga General Manager (GM) Harper Hotel Kupang itu berterima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan kegiatan perdana tersebut. Menurut Asmungi, pihaknya akan fokus meningkatkan kompetensi siswa SMK dengan memberi kesempatan mengikuti magang maupun lomba.
"Ini memang pertama di NTT dan harapannya bisa rutin dilakukan setiap tahun. Karena melalui kegiatan seperti ini, selain kompetisi, para peserta juga bertemu untuk sharing dan meningkatkan kemampuan," jelas Asmungi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT, Dr.Zet Sony Libing yang membuka acara tersebut mengaku sangat bangga dengan terobosan yang dilakukan IHKA. Menurut mantan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Prov.NTT itu, sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan harus terus ditingkatkan.
Kata Sony Libing, NTT patut berbangga karena menjadi daerah tujuan wisata yang semakin dikenal di muka bumi. Sony ungkapkan, masyarakat NTT patut berterima kasih karena Tuhan yang menciptakan alam NTT begitu indah, warisan leluhur yang sangat menarik dan teknologi yang membuat wisatawan ingin berkunjung ke NTT.
"Pertanyaannya, siapkah kita menyambut wisatawan? SDM kita sudah siap belum? Ini menjadi tugas kita bersama. Harusnya kegiatan seperti ini dilakukan oleh pemerintah, tapi karena keterbatasan dana. Dan terima kasih kepada IHKA dan PHRI yang sudah membuat kegiatan ini sebagai stakeholder," papar dia.
Sony Libing lanjutkan, keahlian dalam melayani tamu, khususnya penataan kamar menjadi kunci kenyamanan tamu hotel. Sehingga butuh keterampilan yang memadai sebagai housekeeper. Dan, kompetisi yang dihelat IHKA menjadi awal yang baik untuk membangun persaingan positif di bidang housekeeping.
* Tidak Salah Pilih SMKN Bungtilu
Para siswa SMKN Bungtilu yang ikut dalam kompetisi tersebut mengaku sangat senang dan bangga menjadi siswa SMK. Pasalnya, meski baru kurang dari dua bulan mengikuti KBM, mereka mendapat pengalaman yang tidak mungkin didapat oleh siswa lain, apalagi dari pelosok seperti di Pulau Semau.
"Senang karena bisa dapat kesempatan belajar di hotel besar. Terima kasih untuk guru dan kepala sekolah yang berkorban untuk kami. Tidak salah kami memilih SMKN Bungtilu," kata Agung Hitis yang diamini rekan sekelasnya.
Plt Kepsek SMKN Bungtilu, Reza Metuni mengaku sangat bangga dengan keberanian dan mental bertanding para siswa. Menurut dia, lawan-lawan mereka dalam kompetisi tersebut sudah jauh di atas karena sudah pernah atau sedang berpraktek di hotel berbintang. Apalagi ada juga mahasiswa.
Namun siswa SMKN Bungtilu mampu menunjukkan bahwa semua siswa punya kemampuan yang sama, hanya kesempatan yang berbeda. Dan hal ini bisa dibuktikan dengan meraih dua piala sekaligus dari enam piala yang diperebutkan.
"Kita dapat dua piala itu sangat membanggakan. Tidak dibayangkan sebelumnya, karena jangankan praktek, teori saja mereka belum sampai ke tahap Making Bed dan Towel Art," ungkap Reza.
Ke depan, kata Reza, akan ada lagi kegiatan-kegiatan yang melibatkan siswa SMKN Bungtilu dari jurusan lain, yakni Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan Agribisnis Perikanan Air Payau dan Air Laut.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang