Sumba Tengah Kabupaten Termiskin di NTT
Kabupaten Sumba Tengah di Pulau Sumba
Sumba Tengah Kabupaten Termiskin di NTT
Pemprov NTT gelar Media Gathering
Carlens
23 Jan 2024 08:53 WITA

Sumba Tengah Kabupaten Termiskin di NTT

Pj.Gubernur Paparkan Kondisi Kemiskinan

KUPANG, Nttzoom-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan intervensi terhadap penanganan kemiskinan di NTT. Meskipun di beberapa daerah angkanya sudah menunjukkan penurunan. Selain terdapat beberapa daerah dengan jumlah kemiskinan yang persentasenya menurun, namun terdapat beberapa daerah dengan angka kemiskinan yang masih relatif tinggi.

Demikian disampaikan Pj. Gubernur NTT, Ayodhia Kalake saat jumpa pers sekaligus media gathering dengan thema; Penanganan Stunting, Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem, serta Pemilu Tahun 2024 di NTT. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Kominfo Provinsi NTT, Senin 22 Januari 2024.

Dia jelaskan, berdasarkan grafik intervensi penanganan kemiskinan per Maret 2023 sebesar 19,96 persen atau turun 0,27 persen dari kondisi pada September 2022 dan turun 0,09 persen terhadap bulan Maret 2022.

Disebutkan, kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi, yakni Sumba Tengah mencapai 31,78 persen, Sumba Timur 28,08 persen dan Sabu Raijua 28,37 persen. Sementara daerah dengan tingkat kemiskinan terendah, yakni Kota Kupang 8,61 persen, Flores Timur 11,77 persen dan Ngada 12,06 persen.

Dengan demikian, kata dia, jumlah penduduk miskin Provinsi NTT Tahun 2023 pada Maret sebesar 1,14 juta orang, atau turun 8,06 ribu orang terhadap September 2022. Namun naik sebanyak 9,49 ribu orang terhadap Maret 2022.

Sementara kabupaten dengan jumlah penduduk miskin tinggi, yakni TTS sebanyak 119,51 ribu, Sumba Barat Daya 101,40 ribu dan Kabupaten Kupang 90,23 ribu. Sementara Kabupaten dengan jumlah penduduk miskin rendah yakni Nagekeo 18,57 ribu, Ngada (20,57 ribu) dan Sumba Tengah 24,24 ribu.

Angka kemiskinan ini, lanjut dia, diukur melalui perhitungan pengeluaran penduduk di bawah Garis Kemiskinan (GK) sebesar Rp 507.203/kapita/bulan (Maret 2023) dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan (GKM) sebesar Rp 389.518 atau 76,80 persen dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) sebesar Rp 117.685 atau 23,20 persen.

"Jadi ini kita sudah bisa lihat setiap kabupaten di NTT dengan jumlah penduduk yang miskin," ujarnya.

Sementara tingkat kemiskinan ekstrem Provinsi NTT Tahun 2023 sebesar 3,93%, mengalami penurunan sebesar 2,63 persen terhadap kondisi tahun 2022. Pada tahun 2022, kabupaten dengan persentase penduduk miskin ekstrem tertinggi yakni Sumba Tengah (19.11%), TTS (13.01%) dan Sumba Timur (10.40%). Sementara itu, 3 Kabupaten dengan persentase terendah yakni Nagekeo (1.47%), Flores Timur (2.10%) dan Alor (2.38). Data kemiskinan ekstrem per kabupaten/kota 2023 tidak dapat didiseminasikan BPS karena tingkat error/Relative Standard Error (RSE) yang tinggi.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga