WAINGAPU, NTTZOOM-Pemerintah Kabupaten Sumba Timur tidak mau main-main lagi dengan penanganan Covid-19 di daerah tersebut.
Setelah instruksi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat terkait pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Sumba Timur langsung tancap gas.
"Kita sudah putuskan penutupan rumah ibadah, yakni gereja, mesjid dan lainnnya sampai 20 hari ke depan," kata Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu yang diwawancara NTTZOOM.COM, Selasa (6/7).
Menurut David, keputusan itu diambil setelah dilakukan rapat bersama seluruh stakeholder. Selain rumah ibadah, juga dilakukan pembatasan kegiatan jual beli di pasar, rumah makan atau restoran, toko dan supermarket. Semua dibatasi. Misalnya restoran dan rumah makan boleh buka namun hanya melayani take home atau beli untuk dibawa pulang.
"Untuk kantor-kantor pemerintahan, kita hanya 25 persen yang bekerja di kantor. Sisanya 75 persen work from home," sambung mantan Anggota DPRD NTT itu.
David tambahkan, keputusan tersebut sangat beralasan karena saat ini kasus Covid-19 naik sangat signifikan. Setiap hari bertambah puluhan kasus. Bahkan lebih banyak klaster luar. Misalnya melalui kapal laut dan juga pekerja dari perusahan yang sedang berinvestasi di sana.
"Kami bentuk tim untuk lakukan operasi pengamanan. Mulai dari Pol PP, Polisi, TNI dan tim lainnya," tambah dia.(cd3/nz)
Dapatkan sekarang