Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Amarasi Galang Dana di Medsos Untuk Perbaikan Jalan Provinsi
Warga dan Pelajar di Desa Tunbaun, gotong royong perbaiki jalan provinsi, Kamis (17/07/2025).
Redaksi
18 Jul 2025 19:31 WITA

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Amarasi Galang Dana di Medsos Untuk Perbaikan Jalan Provinsi

Kupang, nttzoom.com– Warga Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan. Inisiatif warga muncul setelah jalan di kampung mereka tak kunjung diperbaiki pemerintah.  

Padahal kerusakan jalan yang menghubungkan empat kecamatan di antaranya; Kecamatan Amarasi Induk, Amarasi Selatan, Amarasi Barat dan Kecamatan Nakamese itu sudah rusak parah. Menurut warga, sudah banyak pengendara sepeda motor yang nyaris terjatuh akibat kerusakan fasilitas infrastruktur publik itu.

Ketimbang berpangku tangan dan terus berharap uluran tangan pemerintah, masyarakat akhirnya memilih memperbaiki jalan secara swadaya. Perbaikan jalan dilakukan seperti melapisi dengan adukan semen atau cor.

Perbaikan jalan oleh warga setempat itu mendapat antusias tinggi. Betapa tidak, ratusan siswa/i SMA Negeri 1 Amarasi Barat dan para guru ikut mengambil bagian dalam kerja gotong royong itu. 

"Sudah puluhan tahun kami hidup dalam keadaan seperti ini. Kami nyaris jatuh akibat jalan tidak dikerjakan pemerintah. Ini jalan Provinsi NTT." ujar Ketua Fortuna, Felky Timuneno, kepada wartawan, Kamis, 17 Juli 2025 di lokasi itu. 

Felky menjelaskan, jalan tersebut diperbaiki atas berkat sumbangan yang datang dari warga lokal, Diaspora Desa Tunbaun di luar wilayah NTT, hingga komunitas-komunitas yang peduli terhadap pembangunan di desa. Total dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp.20an juta rupiah. 

"Karena kami ada group Facebook (Fb) dan WhatsApp (WA), sehingga kami menggalang lewat media sosial ini. Puji Tuhan, semua dikumpulkan melalui grup Fb, WA, dan jejaring sosial lainnya." ungkapnya. 

"Jalan ini diperbaiki dengan cara menggalang dana dan material hasil sumbangan masyarakat, baik dari dalam desa maupun dari perantauan." sambungnya.

Menurut dia, inisiatif ini bermula dari keluhan masyarakat yang disampaikan kepada komunitas Fortuna terkait rusaknya sejumlah jalan yang mengalami kerusakan parah di kampung itu. Jalan-jalan tersebut kerap memicu kecelakaan dan menghambat aktivitas warga.

Melalui diskusi internal dan musyawarah bersama, Felky berujar, akhirnya diputuskan untuk memulai gerakan swadaya. Gotong royong sudah dilakukan sudah lama. Pekerjaan perbaikan jalan ini dilakukan secara bertahap.

Salah satu jalan yang dikerjakan warga setempat hari ini memiliki panjang sekitar 70 meter. Setelah selesai, akan dilanjutkan ke titik-titik rawan lainnya, tergantung dari sisa dana dan material yang tersedia.

"Dari pada kami protes di pemerintahan di kantor Gubernur kemudian tidak ada hasilnya, mendingan kami protes secara diam-diam dengan kerja seperti ini dan ada hasilnya. Pemerintah itu lama sekali prosesnya" cetusnya. 

Meski demikian Felky dan warga lainnya, mengaku tak patah arang, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap demi kebaikan bersama di Desa Tunbaun. 

"Kami ini terisolasi dan tidak diperhatikan pemerintah. Kami minta agar bisa bangun jalan hotmix karena selama ini banyak masyarakat yang terancam celaka. Kami hanya sisir tanjakan-tanjakan yang mengkhawatirkan pengendara. Kondisi jalan ini sangat parah di kampung kami." ucapnya. 

Sementara itu Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Tunbaun, Leonardus Dirman mengatakan, kegiatan ini dipelopori oleh orang muda Fortuna, yang merupakan anak muda di Desa Tunbaun. 

Dia menjelaskan bahwa komunitas ini sejak tahun 2024 sudah menginisiasi untuk memperbaiki infrastruktur di desa. 

"Tahun ini, fokus mereka tertuju pada sejumlah titik tanjakan curam dan rawan kecelakaan yang selama ini sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan." beber Leonardus kepada wartawan di lokasi, Kamis (17/07). 

Dia mengungkapkan usulan perbaikan jalan di Desa Tunbaun sudah berulang kali diajukan ke pemerintah kecamatan, kabupaten, hingga provinsi namun belum mendapat respon dengan. 

“Kami tidak bisa menunggu terus. Jalan ini vital bagi kami. Selain dipakai warga Tunbaun, jalan ini juga digunakan oleh warga dari Kecamatan Amarasi Barat, Amarasi Induk, Amarasi Timur, dan Kecamatan Taebenu,” kata Leonardus.

Menurut Leonardus, kondisi tanah di wilayah tersebut labil dan mudah mengalami longsor. Karena itu, jika pemerintah belum bisa memperbaiki dengan hotmix—cukup dengan lapen di titik-titik rawan pun sudah sangat membantu.

"Dalam kegiatan ini, semua unsur masyarakat terlibat. Mulai dari perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, hingga pelajar SMA turut membantu proses pengerjaan jalan." imbuhnya.  

Leonardus berharap melalui aksi ini, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur desa. Apalagi, Desa Tunbaun menyimpan potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan yang dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang.

Pada 22 Juli 2025 mendatang, Desa Tunbaun akan menjadi tuan rumah acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diperkirakan akan dihadiri 15 ribu hingga 20 ribu jemaat dari berbagai daerah. Persiapan sudah mencapai 85 persen. 

"Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk menarik perhatian publik terhadap kondisi desa. Karena akan ada KKR dengan jumlah jemaat akan mencapai 20 ribu orang" pungkasnya. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai