Denpasar, NTTzoom.com — Niat mencari pekerjaan di Bali justru membawa petaka bagi Krisno, pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengaku menjadi korban sindikat lowongan kerja palsu yang berujung pada penyekapan dan penyiksaan fisik selama beberapa hari.
Peristiwa bermula pada 4 Mei 2026 saat Krisno menerima tawaran pekerjaan melalui aplikasi online. Setelah mengirim lamaran, ia diundang mengikuti wawancara di sebuah hotel di kawasan Seminyak.
Korban mengaku sempat percaya terhadap tawaran tersebut karena pelaku mengaku sebagai pemilik perusahaan dan berbicara meyakinkan dengan membawa nama agama dalam percakapan.
“Saya tidak berpikir bahwa ini penipu karena di satu sisi dia berbicara dengan membawa nama Tuhan,” ujar Krisno, dilansir dari detik.com.
Namun setelah wawancara selesai, situasi berubah. Seluruh barang miliknya mulai dari telepon genggam, laptop, koper hingga pakaian pribadi disebut dirampas. Ia kemudian dibawa ke sebuah hotel lain di kawasan Kedonganan.
Di lokasi tersebut, Krisno mengaku dituduh melakukan pencurian dan pelecehan. Tuduhan itu dibantahnya. Selama berada dalam penyekapan, ia mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik.
“Saya disiksa layaknya seekor anjing. Dipukul pakai sepatu high heels hingga ada bekas jahitan, diinjak, kalung salib saya ditarik dari belakang, dicekek,” ungkapnya.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan jahitan pada bagian kepala.
Kesempatan melarikan diri akhirnya datang pada 9 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 Wita saat para penjaga tertidur. Dalam kondisi terluka, Krisno berhasil keluar dari lokasi penyekapan dan meminta bantuan warga.
“Akhirnya berhasil kabur dari hotel, minta tolong berlari dengan keadaan babak belur berdarah,” katanya.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan. (es)
Dapatkan sekarang