Unipa Maumere Terus Bertransformasi
Ketua Yayasan Pendidikan Unipa pose bersama senat usai wisuda, Sabtu (2/10)
Carlens
04 Oct 2021 10:10 WITA

Unipa Maumere Terus Bertransformasi

* Lepas 573 Wisudawan Secara Daring 

MAUMERE, NTTZOOM-Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere terus bertransformasi. Salah satunya, kini Unipa berubah nama menjadi Unipa Indonesia. 

Hal ini diungkapkan Rektor Unipa Dr. Ir.Angelinus Vicentius, M.Si saat melepas 573 wisudawan dalam acara wisuda secara Daring angkatan XV tahun akademik 2020/2021, Sabtu (3/10). 

Wisuda secara Daring dilaksanakan untuk menghindari kerumunan, bahkan sangat berisiko di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih berada pada level II. 

Kata Angelinus, meski wisuda secara Daring, namun tidak mengurangi makna dari acara wisuda itu sendiri. Sebagai proses akhir dalam rangkaian kegiatan akademik pada perguruan tinggi.  

Angelinus merincikan 573 sarjana yang berasal dari 17 program studi, di antaranya, S1 Keperawatan 56 orang, Teknik Informatika 31 orang, Teknik Sipil 19 orang, Arsitektur 4 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar 71 orang, Pendidikan Fisika 3 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 25 orang, Pendidikan Biologi 40 orang, Pendidikan Kimia 17 orang, Agroteknologi 23 orang, Agribisnis 27 orang, Hukum  4 orang, Manajemen Sumberdaya Perairan 26 orang, Ilmu Komunikasi 48 orang, Psikologi 15 orang, Akuntansi 57 orang dan Manajemen 107 orang. 

"Acara wisuda XV ini kami mengambil tema Universitas Nusa Nipa Indonesia yang tangguh, kreatif dan inovatif. Kampus UNIPA saat ini telah bertransformasi menjadi Universitas Nusa Nipa Indonesia. Ini berjalan dalam pusaran waktu dan ingin memastikan bahwa perguruan tinggi ini harus tangguh secara managerial,” jelas Angelinus.  

Dengan semangat ketangguhan, lanjut Angelinus, diharapkan perguruan tinggi terus beranjak dari level bertahan dan kini UNIPA berada pada level berkembang, sedang tinggal landas menuju level bersaing. Kampus yang tangguh, kata Angelinus akan  melahirkan lulusan yang tangguh, kuat, tahan, dan optimis bisa beradaptasi dalam berbagai situasi, tantangan dan kondisi yang  buruk sekalipun.  

"Saat ini UNIPA Indonesia berada pada level berkembang  dan sedang tinggal landas menuju level bersaing. Kampus yang tangguh akan melahirkan lulusan yang kuat, tahan dan optimis bisa beradaptasi dalam berbagai situasi,” ungkap Angelinus. 

Ditambahkan, calon magister sebanyak 52 orang yang dibiayai Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa. UNIPA Indonesia saat ini sangat konsen untuk meningkatkan kompetensi para dosennya. Tidak hanya kompentesi profesional, juga kopentensi  pedagogik yang dilakukan dengan pelatihan keterampilan teknis instruksional (PEKERTI), Applied Approach, PEKANSA, Sistem Informasi Akademik, dan Penguatan Administrasi berbasis Digital.  

Dalam perspektif UNIPA lanjut Angelinus, seorang dosen wajib hukumnya memiliki  pandangan yang selaras dengan kemajuan zaman, paham akan paradigma  pembelajaran abad 21, menemukan kecocokan pola bagi generasi milenial dan Z, paham revolusi industri digital 4.0, serta memiliki kerendahan hati untuk mau mengubah seluruh diri dan pemikirannya. 

"Dosen itu harus memiliki pandangan yang selaras  dengan kemajuan zaman dan juga paham akan paradigma pembelajaran abad 21 ini,” ujar Angelinus .  

Sementara Ketua Yayasan Nusa Nipa Indonesia Sabinus Nabu pada kesempatan itu mengatakan, wisuda mahasiswa Unipa Indonesia dilakukan secara online karena Sikka saat ini masih berada pada masa pandemi Covid-19 dan berada pada level II. Karena itu Sabinus meminta untuk tidak boleh lengah di tengah pandemi Covid-19, baik di tingkat provinsi maupun di Kabupaten Sikka. 

Sebagai kelompok akademisi dan terpelajar harus mempertimbangkan berbagai risiko apabila dilakukan visuda melalui tatap muka, karena itu para wisadawan harus memaknai visuda hari ini dengan baik, karena wisuda secara daring tidak akan mengurangi makna wisuda itu  sendiri. 

"Wisudah secara daring hari ini tidak mengurangi makna dari wisudah itu sendiri, semuanya  ini dilakukan karena kondisi kabupaten kita masih berada pada level II, yang harus kita sama-sama waspadai,” jelas Sabinus.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai