KUPANG, Nttzoom-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Tim Sebelas akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II. Rencana Musda II berlangsung Sabtu, 26 Agustus 2023 bertempat di Hotel Kristal Kupang.
Musda kali ini direncanakan dihadiri seluruh anggota KAI NTT yang berjumlah 281 orang untuk membahas tiga agenda penting. Selain itu, terdapat 30 mitra KAI juga direncanakan akan hadir.
Penyelenggaraan Musda kali ini atas dasar mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI, Nomor: 033/DPP-KAI/VII/2023 tertanggal 28 Juli 2023, kepada 11 orang (tim sebelas) untuk melakukan Musda DPD KAI NTT paling lambat 31 Agustus 2023.
Untuk diketahui Tim Sebelas tersebut di antaranya, Samuel David Adoe, SH., Fredrik Djaha, SH, MB., A. Luis Balun, SH., Dr. Jouneri Bakit, SH, MH, M.Kn., Nickolaus Lay Ribi, SH, M.Hum., Obednego A.R.Djami, SH, MH., Bildat Torino M. Thonak, SH., Amos A. Lafu, SH, MH., Petrus Ufi, SH., Arnold Johni Felipas Sjah, SH, M.Hum, dan Harri William Calvin Pande, SH, MH.
Terhadap mandat yang ditanda-tangani Presiden DPP KAI, Siti Jamilah Lubis, SH dan Apolos Djara Bonga, SH selaku Sekjen, tim sebelas telah membentuk panitia Musda yang diketuai Petrus Ufi, Amos A. Lafu selaku sekretaris dan bendahara Arnold Johni Felipas Sjah.
Ketua Panitia Musda DPD KAI NTT, Petrus Ufi menegaskan, waktu yang diberikan DPP untuk Musda II sangat singkat tetapi dengan koordinasi dan kerja sama yang baik sehingga persiapan panitia sudah sangat matang.
"Kami pastikan persiapannya sudah mencapai 90 persen dari pihak panitia yang tergabung dalam tim sebelas," ujarnya.
Musda ini direncanakan akan dibuka Presiden KAI, Siti Jamaliah Lubi, SH dengan tiga tugas (agenda) penting, yakni pertama laporan penilaian pertanggungjawaban dari pengurus sebelumnya, kedua pemilihan ketua dan sekretaris periode 2023-2028, dan ketiga penyusunan program kerja yang baru untuk periode 2023-2028.
"Kami panitia diberikan tugas untuk sukseskan tiga agenda besar ini," katanya.
Sekretaris Panitia, Amos A. Lafu menerangkan pelaksanaan Musda DPD KAI NTT seharusnya berlangsung 2022 pasca berakhirnya masa kepemimpinan pengurus periode 2019-2022. Namun karena terdapat beberapa kendala sehingga baru dilakukan Musda di tahun 2023 ini.
Dikatakan Musda kali ini panitia mengundang seluruh anggota KAI NTT. Tercatat di DPP terdapat 324 orang namun setelah dilakukan verifikasi tersisa 281 orang.
Dari 281 orang yang tersebar di seluruh wilayah NTT, akan diundang untuk mengikuti Musda tersebut. Prinsip dari kepanitiaan ini, yakni menjunjung tinggi kebersamaan serta persatuan di dalam internal organisasi KAI NTT.
"Jadi sesuai data riil yang ada di DPP dan kita cross check kembali ternyata ada yang meninggal dunia, ada yang pindah organisasi advokat dan lain sebagainya. Tersisa yang riil hanya 281 orang. Dan ini akan hadiri Musda," ungkapnya.
"Kami ingin hilangkan semua perbedaan, kami mau bergandengan tangan. Kami tidak penting soal siapa yang terpilih nantinya, tapi tugas kita sebagai satu keluarga besar, kita bergandengan tangan supaya Musda ini bisa sukses," tambahnya.
Ia berharap saat Musda berlangsung, seluruh anggota KAI NTT dapat menghadiri kegiatan tersebut. Sebab, Musda adalah forum pengambilan keputusan tertinggi yang perlu dihormati setiap anggota KAI.
Pada kesempatan yang sama, Arnold Johni Felipas Sjah selaku Bendahara Panitia Musda berharap adanya kerja sama secara maksimal dari seluruh panitia dan anggota sehingga pelaksanaan Musda kali ini benar-benar menerima setiap aspirasi dari anggota KAI khususnya di wilayah Provinsi NTT dapat menyalurkan aspirasinya.
Hal itu ditegaskan, karena agenda utama dari Musda itu yakni menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang di dalamnya terdapat pemilihan kepengurusan yang baru untuk masa bakti 2023-2028.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang