Kupang, nttzoom.com – Sebuah video pengeroyokan terhadap anak berkebutuhan khusus di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial. Polisi bergerak cepat dan mengamankan lima pelajar yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Penangkapan dilakukan Subnit Jatanras Satuan Reskrim Polresta Kupang Kota bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Liliba, Bripka Andri Non, pada Kamis (7/8/2025) sekitar pukul 10.00 Wita di Jalan Taebenu, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo.
Kasus ini mencuat setelah video pengeroyokan diunggah ke salah satu akun Instagram dan menyebar luas. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/919/VIII/2025/SPKT/Polresta Kupang Kota, Polda NTT, korban berinisial MZ mengalami sakit di bagian kepala setelah pulang ke rumah pada Minggu (3/8/2025) pagi.
Pelapor, Putri Mayang Kartika, yang merupakan kerabat korban, mengetahui peristiwa itu setelah melihat rekaman video di media sosial. Ia langsung melapor ke SPKT Polresta Kupang Kota.
Masih Berstatus Pelajar
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, mengungkapkan kelima terduga pelaku berstatus pelajar di beberapa sekolah di Kota Kupang. Mereka masing-masing berinisial RM (15), GK (16), AM (15), MB (15), dan AK (16).
“Dari pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengaku memukuli korban karena curiga dengan gerak-geriknya di sekitar lokasi acara ulang tahun teman mereka,” jelas Kombes Djoko.
Namun, bukannya menanyakan secara baik-baik, para terduga pelaku justru mengeroyok korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus.
Satu Pelaku Residivis Curanmor
Lebih memprihatinkan, salah satu terduga pelaku, AK, diketahui pernah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
“Saat ini, kelima terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Kapolresta.
Kombes Djoko mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk lebih mengawasi perilaku anak-anak di lingkungan masing-masing agar tidak terjerumus dalam tindak kekerasan, apalagi terhadap kelompok rentan. (es)
Dapatkan sekarang