‎Viral, Fransisco Bessie: “Orang yang Lu Peras, Lu Penjarakan, Ini Memalukan”
Francisco Bessi - Advokat



Foto: istimewa
Redaksi
30 Apr 2026 14:33 WITA

‎Viral, Fransisco Bessie: “Orang yang Lu Peras, Lu Penjarakan, Ini Memalukan”

Kupang, NTTzoom.com — Pernyataan kuasa hukum terdakwa Hironimus Sonbay alias Roni, Fransisco Bessie, seusai sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Kupang menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

‎Selain menyampaikan pledoi di ruang sidang, Fransisco melontarkan kritik keras terhadap dugaan perilaku oknum jaksa yang disebut menerima aliran uang dari kliennya. Pernyataan tersebut terekam dalam video dan kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial.

‎“Patut diduga, oknum jaksa berinisial RSA telah menerima sejumlah aliran uang dari terdakwa Roni Sonbai. Bukan hanya oknum jaksa RSA tersebut, tapi juga ada oknum jaksa berinisial NB yang juga menerima aliran uang dari terdakwa Roni Sonbai,” kata Fransisco kepada wartawan.

‎Dalam video itu, Fransisco—yang akrab disapa Sisco—menyebut oknum berinisial RSA diduga menerima sekitar Rp140 juta, sementara jaksa berinisial NB sekitar Rp150 juta.

‎“Dipakai atau sampai atau tidak, saya tidak tahu. Tapi kurang lebih akumulasinya Rp825 juta,” tambahnya.

‎Menurutnya, perilaku oknum jaksa tersebut sangat memalukan dan mencederai nilai-nilai hukum.

‎“Bagaimana bisa? Orang yang lu peras, lu ambil uang, lu penjarakan. Ini memalukan. Sekali lagi, ini memalukan,” ujarnya.

‎Fransisco juga menyampaikan harapannya agar Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, serta Jaksa Agung Muda Pengawasan segera menindaklanjuti dugaan tersebut.

‎“Jika oknum-oknum tersebut mempunyai jabatan strategis di Republik Indonesia ini, maka tidak sejalan dengan cita-cita Jaksa Agung dan juga Presiden Republik Indonesia. Saya mohon juga untuk mereka dicopot dari jabatan. Jangan seperti ini, karena kekuasaan yang besar cenderung salah digunakan,” tegasnya.

‎Pernyataan Fransisco memicu reaksi luas dari publik. Sejumlah warganet mempertanyakan integritas oknum penegak hukum yang disebut, sekaligus mendesak agar proses klarifikasi dilakukan secara transparan.

‎Fransisco turut menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan tidak ditujukan kepada institusi kejaksaan secara keseluruhan, melainkan kepada oknum yang menurutnya telah mencederai semangat penegakan hukum yang bersih. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga