Atambua, NTTzoom.com— Sebanyak enam nelayan asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah terdampar selama kurang lebih 20 hari di perairan negara Timor Leste akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan dihantam gelombang laut.
Keenam nelayan tersebut dipulangkan melalui Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBN) Motaa’in, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (07/01/2026), setelah sebelumnya dievakuasi oleh otoritas Timor Leste dan ditampung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili.
Para nelayan itu masing-masing bernama Efran Agus selaku nahkoda, serta lima anak buah kapal yakni Aifurhan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamarudin, Muhaimin Abbas, dan Nawwir Gazali.
Mereka sebelumnya melaut di perairan Pulau Timor sebelum kapal mengalami gangguan mesin dan hanyut hingga masuk wilayah laut Timor Leste.
Menurut pengakuan nahkoda kapal, mereka sempat berupaya meminta pertolongan dengan menunggu kapal-kapal yang melintas, namun tidak mendapatkan bantuan hingga akhirnya hanyut ke wilayah perairan Timor Leste.
“Saat itu kita sudah beberapa hari di perjalanan, sambil menunggu kapal-kapal yang lewat untuk meminta bantuan. Beberapa hari tidak ada, akhirnya kita hanyut ke arah lokasi pengeboran di wilayah Timor Leste. Di situ kita minta bantuan dan mereka langsung menolong serta membawa kami ke Timor Leste untuk diselamatkan,” ujar Efran Agus.
Setelah dievakuasi ke pelabuhan Timor Leste, kapal para nelayan diketahui tidak dapat diselamatkan dan akhirnya tenggelam karena kondisi cuaca dan kerusakan yang dialami. Selanjutnya, seluruh nelayan ditangani oleh KBRI Dili yang mengurus dokumen lintas negara hingga proses pemulangan ke Indonesia.
Sementara itu, Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, menjelaskan pihaknya sebelumnya menerima laporan kapal nelayan hilang kontak dan telah melakukan pencarian bersama Basarnas Kupang serta keluarga sejak akhir Desember 2025.
“Kami melakukan pencarian sejak tanggal 29 Desember 2025 setelah kapal dilaporkan hilang kontak. Pada Sabtu (03/01/2026), kami mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa kapal sudah ditemukan dan ditolong oleh kapal MMA Koral di wilayah Timor Leste,” jelas Mayor Yeanry.
Ia menambahkan, Bakamla RI kemudian melakukan koordinasi intensif dengan KBRI Dili atas perintah pimpinan Bakamla RI hingga proses pemulangan dapat terlaksana dengan aman.
“Atas perintah Kepala Bakamla RI, kami berkoordinasi dengan KBRI Dili terkait seluruh proses pemulangan. Dan hari ini kami bersyukur seluruh nelayan berhasil dipulangkan dan akan kami antar kembali ke Kupang untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing,” tambahnya.
Bakamla RI mengimbau para nelayan untuk selalu memastikan kelayakan kapal sebelum melaut serta memperbarui informasi cuaca dari BMKG guna menghindari kecelakaan laut di kemudian hari. (es)
Dapatkan sekarang