Kupang, nttzoom.com - Sebanyak 350 mahasiswa dari lima Fakultas di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang akan diterjunkan dalam program Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM).
KBPM semester genap tahun akademik 2024/2025 ini akan dilakukan di lima kabupaten dan satu kota, yang sebelumnya telah disurvei dan dipetakan oleh panitia.
Lokasi yang dipilih ini tersebar di 42 Desa/Kelurahan yakni di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) , Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Malaka.
"Jadi, 42 lokasi ini disurvey dulu, sesuai atau tidak dengan program kampus. Dari hasil pemetaan, ada dua program utama yang sesuai yakni penataan administrasi desa serta pembentukan dan pengelolaan BUMDes. Kemudian isu-isu krusial seperti stunting, ketahanan pangan, dan energi alternatif." Ungkap Sekretaris Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UKAW Kupang, David Loba kepada nttzoom.com, Selasa (08/07/225).
Lanjut David yang juga sebagai Sekretaris Pelaksanaan KBPM, para peserta KBPM ini berasal dari lima Fakultas dengan rincian FKIP 51 mahasiswa, Hukum 207 mahasiswa, Ekonomi 30 mahasiswa, Pertanian 29 mahasiswa dan perikanan 33 mahasiswa, sementara Dosen Pendamping Lapangan (DPL) berdasarkan hasil seleksi sebanyak 19 orang.
Sebelum ditempatkan di lokasi KBPM, ratusan mahasiswa ini diberikan pembekalan oleh pihak kampus yang dibuka oleh Rektor UKAW Kupang, Prof. Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT, Selasa (08/07/2025).
Pembekalan ini, menghadirkan sejumlah pemateri yaitu Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Tengah, dan Bupati TTS, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, dan Kementerian Hukum Kanwil Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini diketahui menjadi bagian dari upaya kampus dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kepekaan terhadap persoalan di tengah masyarakat.
David mengatakan, kegiatan pembekalan ini berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 8-10 Juli 2025 bertempat di Aula Yohanes UKAW Kupang.
"ini merupakan kegiatan intra-kurikuler, yang tujuannya untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan, wawasan serta daya nalar dalam menghadapi berbagai permasalahan di desa dan masyarakat." Ujar David.
Pada semester ini, KBPM UKAW Kupang mengangkat tema "Optimalisasi dan Inovasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Untuk Mendukung Keberlanjutan UKAW dan Pengentasan Stunting serta Ketahanan Pagan Masyarakat".
Tema ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan UKAW Kupang dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pengentasan stunting dan ketahanan pangan di NTT.
"Sebagai sumber belajar bagi UKAW Kupang dalam mengarahkan, mengembangkan dan merelevansikan orientasi keilmuannya pada tuntutan pembangunan di NTT. " Ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat terhadap masalah-masalah kemasyarakatan dan mampu merumuskan alternatif pemecahannya.
Selama tiga hari pembekalan ini, mahasiswa diberikan materi yang relevan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan. "Materi yang diberikan dalam pembekalan ini berupa visi dan misi pengabdian masyarakat UKAW Kupang dan materi-materi praktis yang berhubungan dengan program kerja mahasiswa di desa, kelurahan di wilayah perbatasan (Motamasin Desa Alas dan Alas Selatan)" ungkapnya.
Setelah pembekalan, ratusan mahasiswa ini akan dilepas secara resmi melalui ibadah pelepasan di Kampus UKAW Kupang, Jumat (11/07/2025). Mereka kemudian akan diberangkatkan ke lokasi masing-masing dengan didampingi oleh DPL.
Pelaksanaan KBPM akan berlangsung selama dua bulan yakni dimulai dari tanggal 14 Juli hingga 15 September 2025. Dalam periode tersebut, mahasiswa akan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah dalam kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Karena pertimbangan cuaca dan sarana transportasi maka untuk wilayah daratan Sumba dan Semau direncanakan diberangkatkan 14-18 Juli. Sedangkan untuk Kabupaten Kupang, TTS dan Kota Kupang , Malaka diberangkatkan pada 14 Juli." cetusnya.
Dengan adanya KBPM ini, diharapkan mahasiswa UKAW Kupang dapat memperdalam pemahaman mereka tentang kerja lintas sektor, dalam menyelesaikan permasalahan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Program ini juga menjadi bagian dari Catur Dharma UKAW, yakni membentuk mahasiswa yang tinggi iman, tinggi ilmu dan tinggi pengabdian.
"Dengan kedua program utama ini maka setelah selesainya mahasiswa melaksanakan KBPM, administrasi desa dan BUMDes pada desa-desa tersebut telah tertata dengan baik dan khusus untuk BUMDes, seluruh desa telah mempunyai BUMDes dan dapat berfungsi sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah pusat." imbuhnya.
"Ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, melayani, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan" Tutup David. (es)
Dapatkan sekarang