506 Siswa SMKN 5 Kupang Ikut OKK
Kepala SMKN 5 Kupang, Safirah C. Abineno didampingi anggota Komite Sekolah dan perwakilan orangtua saat memantau UKK di Jurusan Keahlian Konstruksi Gedung, Selasa (8/3)
Carlens
09 Mar 2022 15:18 WITA

506 Siswa SMKN 5 Kupang Ikut OKK

KUPANG, NTTZOOM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kupang terus melakukan peningkatan keahlian siswa. Lembaga pendidikan yang terpilih sebagai sekolah penggerak ini meningkatkan mutu pendidikan melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK). 

Sebanyak 506 siswa yang duduk di kelas XII tersebut diuji kemampuannya masing-masing. Mereka terbagi dalam 10 program keahlian. 

Para penguji juga bukan dari para guru atau internal sekolah, melainkan didatangkan dari 7 dunia usaha (Dudi) atau penguji eksternal. 

UKK dibuka secara resmi oleh Kepala SMKN 5 Kupang, Safirah Abineno saat upacara bersama Penguji, Komite dan perwakilan Orangtua di halaman sekolah tersebut.  

Ketua Panitia, Yohana Heni Riberu menjelaskan, UKK merupakan kegiatan tahunan 2021/2022 untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh. 

Mereka memfasilitasi siswa SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi atau sertifikat UKK serta mengoptimalkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan SMK sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia, dan 4 memfasilitasi kerja sama SMK dengan dunia kerja dalam rangka pelaksanaan. 

"UKK ini sesuai kebutuhan dunia kerja sebanyak 506 orang siswa yang tersebar di 10 kompetensi keahlian," jelasnya.  

Ia merinci, 10 keahlian tersebut, masing-masing Kompetensi Keahlian Teknik Otomotif Kendaraan Ringan 71 orang, Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan 33 orang, Kompetensi Keahlian Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan 35 orang, Kompetensi Keahlian Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan 31 orang, Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video 67 orang, Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik 103 orang.  

Sedangkan Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik 66 orang, Kompetensi Keahlian Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin 35 orang, Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor 36 orang, Kompetensi Keahlian Bisnis Konstruksi dan Properti sebanyak 31 orang. 

Penguji eksternal yang dilibatkan berasal dari 7 Dudika yaitu Bengkel Dua Putra untuk Kompetensi Keahlian Teknik Otomotif Kendaraan Ringan dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, PT Timorese Computer untuk Kompetensi Keahlian Multimedia. 

PT: Canayu Telaga Pratama Untuk Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik, PT. Infracom Betania Unggul untuk Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video. CV. Timor Desain Kompetensi Keahlian Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan, Konstruk Gedung Sanitasi dan Perawatan, Bisnis Konstruksi dan Properti, Bengkel Kharisma untuk Teknik Pengelasan dan CV. Timor Baru Tek untuk Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin. 

"Kegiatan ini akan berlangsung terhitung tanggal 7-12 Maret 2022. Dengan lamanya durasi waktu untuk setiap kompetensi keahlian berbeda sesuai dengan kompetensi yang diuji," katanya.  

Kepala SMKN 5 Kupang, Safirah C. Abineno mengapresiasi para guru, panitia dan para penguji UKK tingkat sekolah. 

Dia menjelaskan, tujuan pelaksanaan uji kompetensi keahlian tersebut merujuk pada Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 yakni mengetahui tingkat capaian hasil belajar atau kompetensi peserta didik. 

"Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik dan mengetahui efektivitas proses pembelajaran serta mengetahui pencapaian kurikulum," ungkapnya.  

Safirah mengatakan sasaran yang akan dicapai dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya proses penilaian bagi seluruh siswa SMK Kelas XII melalui serangkaian kegiatan UKK yang dilaksanakan secara efektif, efisien dan terukur. 

"Oleh karena itu saya berharap semua siswa dapat mengikuti semua proses dan tahapan UKK Ini dengan baik, ikuti semua arahan dari bapak ibu penguji baik itu penguji internal maupun eksternal," harapnya.  

Bram Napu, penguji eksternal dari Bengkel Dua Putra, ketika ditemui disela-sela kegiatan mengaku para siswa tersebut diberikan tugas untuk mencari dan menemukan persoalan yang terjadi pada meain mobil maupun motor. Setelah menemukan persoalannya maka dibuat dalam laporan dan kesimpulan akhir terkait dengan persoalan tersebut.  

"Sistem penilaiannya, siswa ditugasi mengecek kerusakan pada mesin lalu membuat kesimpulan lalu dipasang kembali meain," jelasnya.  

Bram juga katakan bahwa siswa sudah sangat mahir dalam mengoperasikan mesin dan kendaraan karena sebelumnya juga sudah diturunkan ke dunia kerja untuk praktek.  

"Dari pantauan saya, siswa sudah sangat paham karena sebelumnya mereka PKL di bengkel-bengkel di Kota Kupang jadi ketika diberikan tugas, mereka langsung ceoat temukan persoalannya," ungkapnya.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai