‎Ahli ITB: Pengambilan Air untuk PLTP Mataloko Bersifat Sementara
Masyarakat Desa Sadha mengikuti kegiatan sosialisasi Pra-FPIC rencana pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala
‎Ahli ITB: Pengambilan Air untuk PLTP Mataloko Bersifat Sementara
Ali Ashat, Pengajar sekaligus Advisory Board Program Magister Panas Bumi Institut Teknologi Bandung (ITB), saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi PLTP Ulumbu yang diselenggarakan PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara.
‎Ahli ITB: Pengambilan Air untuk PLTP Mataloko Bersifat Sementara
Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) WKP Mataloko, Adrys Silaban, memberikan pemaparan dalam kegiatan Pra-FPIC terkait rencana pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala di Desa Sadha, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada.
‎Ahli ITB: Pengambilan Air untuk PLTP Mataloko Bersifat Sementara
Kondisi water pond Wellpad A PLTP Mataloko dari pantauan udara yang telah terisi air hujan sebagai bagian dari persiapan kegiatan pengeboran.
‎Ahli ITB: Pengambilan Air untuk PLTP Mataloko Bersifat Sementara
Kondisi water pond Wellpad A PLTP Mataloko dari pantauan udara yang telah terisi air hujan sebagai bagian dari persiapan kegiatan pengeboran.
Redaksi
18 Jul 2026 17:42 WITA

‎Ahli ITB: Pengambilan Air untuk PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Ngada, NTTzoom.com – Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko berkapasitas 2x10 megawatt (MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, bersifat terbatas dan sementara.

‎Ahli geothermal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ali Ashat, menjelaskan air sungai digunakan untuk mengisi kolam penampung atau water pond yang mendukung proses pengeboran. Pengambilan air tidak dilakukan secara terus-menerus karena sebagian besar air digunakan secara sirkulatif selama proses pengeboran.

‎"Pemanfaatan air sungai ini hanya untuk mendukung kegiatan pengeboran. Yang paling penting adalah dilakukan monitoring secara berkala dan sosialisasi yang berkesinambungan kepada masyarakat," ujar Ali.

‎Menurutnya, sumber utama pengisian water pond berasal dari air hujan dan air yang tersirkulasi kembali selama proses pengeboran. Pengambilan tambahan dari sungai hanya dilakukan ketika cadangan air di kolam penampung berkurang.

‎Ali mengatakan kebutuhan air dalam jumlah lebih besar biasanya terjadi ketika pengeboran mencapai lapisan reservoir atau kondisi total loss. Namun, kondisi tersebut bersifat sementara dan berlangsung dalam waktu terbatas.

‎"Dalam kondisi normal, kebutuhan air di lapangan sangat kecil. Karena itu, pemanfaatan air sungai untuk pengeboran bersifat sementara dan bukan kebutuhan permanen," jelasnya.

‎Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum.

‎Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Mataloko, Adrys Silaban, mengatakan PLN telah menyiapkan empat water pond dengan kapasitas rata-rata sekitar 4.840 meter kubik untuk mendukung kegiatan pengeboran.

‎"Pengambilan air dilakukan hanya untuk mengisi kolam penampung sebelum kegiatan pengeboran dimulai. Selanjutnya, air dimanfaatkan secara sirkulatif selama proses pengeboran, sehingga penambahan pasokan air dari sungai hanya dilakukan apabila volume kolam berkurang," ujar Adrys.

‎Ia menambahkan, sebagian kolam penampung saat ini juga telah terisi secara alami oleh air hujan. Kondisi tersebut membuat pengambilan air dari sungai dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional.

‎General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan seluruh tahapan pengembangan PLTP Mataloko dilakukan dengan mengedepankan aspek teknis, lingkungan, serta keterlibatan masyarakat.

‎"Kami memastikan pemanfaatan air dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan lingkungan yang memadai serta senantiasa mengedepankan aspek keberlanjutan. PLN juga berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam proses monitoring dan membuka ruang komunikasi secara terbuka," ujar Manurung.

‎Pengembangan PLTP Mataloko merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan di Flores sekaligus mendukung pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil. (nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai