KUPANG, Nttzoom-Operasi Keselamatan Turangga 2024 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 4 hingga berakhir pada tanggal 17 Maret 2024 hari ini, terdapat sejumlah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan bermotor, ditahan Anggota Polisi Lalulintas dari Polda NTT saat melakukan operasi.
Adapun operasi Keselamatan Turangga 2024 hari terkahir ini, anggota Ditlantas Polda NTT bersinergi dengan anggota POM TNI Angkatan Darat(AD).
Anggota Ditlantas Polda NTT yang dipimpin Kanit 1 PJR Ditlantas Polda NTT, AKP Sudirman melaksanakan kegiatan operasi Keselamatan Turangga 2024 yang berlangsung di seputaran Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Provinsi NTT, Minggu (17/3).
Dalam operasi Keselamatan Turangga 2024 yang berlangsung hari ini(red), Anggota Ditlantas Polda NTT menahan sejumlah pengendara yang tidak menggunakan helm. Salah satunya seorang pengendara yang turut ditahan karena membonceng penumpang tanpa menggunakan helm, dan berniat ke Rumah Sakit(RS).
Setelah ditahan oleh Ditlantas Polda NTT, Pengendara yang membonceng penumpang tanpa menggunakan helm itu ternyata dalam keadaan sakit dan ingin pergi ke Rumah Sakit(RS) untuk berobat.
Dirlantas Polda NTT melalui Kanit 1 PJR Ditlantas Polda NTT, AKP Sudirman menjelaskan bahwa awalnya, pengendara sepeda motor itu ditahan karena tengah membonceng penumpang tanpa menggunakan helm.
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Sudirman, ternyata penumpang yang dibonceng itu dalam keadaan sakit dan berniat ke RS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga, sebagai Kanit 1 PJR Polda NTT, Sudirman memutuskan untuk menolong penumpang yang dalam keadaan sakit itu diantar ke RS dengan menggunakan mobil polisi lalulintas.
Mantan Kasatlantas TTU ini menyebut yang bersangkutan hendak ke RS menggunakan roda dua tapi tidak menggunakan helm dan sangat membahayakan nyawanya terutama jika terjadi kecelakaan lalu-lintas. Apalagi dalam keadaan sakit.
"Awalnya kita tidak tahu dia sakit. Setelah dihentikan karena tidak menggunakan helm, ternyata yang dibonceng itu sakit. Dan itu saya langsung putuskan, yang sakit itu diantar menggunakan mobil polisi lalulintas ke RS untuk berobat," ungkapnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang