BANDUNG, NTTZOOM-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adreanus Nae Soi, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum, dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Bidang Ilmu Hukum Universitas Terbuka. Gelar tersebut diraih pada Jumat, 27 Januari 2023 bertempat di Lantai 4 Auditorium Gedung Mochtar Kusumaatmaja, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jawa Barat.
Disaksikan isteri tercinta, Maria Fransiska Djogo, Josef Nae Soi tampil percaya diri di hadapan Ketua Sidang, Dr. Idris SH, MH, dan Sekretaris Sidang sekaligus merangkap Guru Besar Representasi Prof. Huala Adolf, SH, MH, L.L.M., Ph. D, dan Ketua Promotor: Prof. Dr. Ahmad Ramli, S.H., M.H., FCB., Arb, Anggota Tim Promotor: Prof. Em. Dr. Eddy Damian, S.H, dan Dr. Dadang Epi Sukarsa, S.H., M.H. Tim Oponen, masing-masing, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH, M.Sc,. Ph.D., yang juga adalah Menteri Hukum dan HAM RI, Dr. Marni Emmy Mustafa, SH., M.H., dan Dr. Violetta Simatupang, S.E., M.H. Putera Ngada ini berhasil mempertahankan disertasi sebagai karya ilmiah Program Doktoralnya, dengan judul, Urgensi Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional Berdasarkan Peraturan Daerah untuk Akselerasi Pembangunan Pariwisata di NTT.
"Indonesia sebagai salah satu negara inisiator telah berhasil menjadi pelopor dengan menjadikan ekspresi budaya tradisional sebagai ciptaan yang dimiliki oleh masyarakat tradisional menjadi suatu ciptaan yang kepemilikannya bersifat komunal dan mengaturnya alam suatu undang-undang yang pada tahun 2014 diundangkan dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Letak geografis, geostrategis, dan geoekonomi di NTT bisa menjadi peluang tetapi juga sebagai ancaman.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang multi etnis dan memiliki banyak ragam Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) yang lahir, berkembang dan dilestarikan secara turun-temurun dan disebarluaskan secara lisan. Di tengah kaya dan ragamnya budaya yang ada di NTT, peneliti mensinyalir ada adat dan tradisi yang menjadi kekayaan budaya tradisional yang mulai memudar karena tidak diinventarisasi dan dinarasikan dengan baik sesuai dengan perkembangan zaman dewasa ini, serta sangat rentan dengan peniruan dan eksploitasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, perlu dinarasikan dalam bentuk tertulis baik dalam wujud buku fisik maupun buku digital, perlu segera dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat NTT, kemudian diwujudkan dalam atraksi-atraksi,” papar Nae Soi sebagai Promo Vendus mendahului Sidang Terbuka tersebut.
Lulusan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPMI Jakarta ini menyatakan, tutur kata terkadang dilupakan, sementara tulisan akan terkenang dan “lego ergo scio” yang berarti saya baca, saya tahu. Dengan demikian, sangat dibutuhkan aturan dalam hukum daerah berupa peraturan daerah, sehingga ada kepastian hukum lokal bagi kelestarian dan pemanfaatan kekayaan intelektual berupa EBT untuk kesejahteraan masyarakat.
"Ada beberapa prinsip dasar yang tepat digunakan dalam peraturan daerah tentang ekspresi budaya tradisional untuk akselerasi pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu prinsip keadilan, kebudayaan, ekonomi, social, legalitas, kelestarian dan prinsip kolaborasi,” ujar Putera NTT kelahiran Mataloko, Kabupaten Ngada ini.
Selanjutnya, lulusan Strata I Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Atmajaya Jakarta Tahun 1982 ini juga mengatakan prinsip keadilan, ekonomi, kebudayaan, sosial, legalitas, kelestarian, dan kolaborasi menjadi hal yang penting dalam perlindungan EBT.
"Pemerintah daerah agar memanfaatkan kelebihan EBT sebagai komponen atraktif dalam pengembangan indutri pariwisata karena sangat efektif dan efisien. Saya berharap para regulator daerah untuk memperhatikan prinsip-prinsip hukum yang tepat dalam upaya pelindungan hukum EBT melalui peraturan daerah,” ungkap Jos Nae Soi menutup presentasi penelitiannya.
Dalam sidang terbuka yang berlangsung cukup alot tersebut, Promovendus yang juga Wakil Gubernur NTT itu berhasil meraih gelar doktor dengan yudisium Cumlaude.
"Kami menyatakan saudara Josef Adreanus Nae Soi lulus doktor bidang Ilmu Hukum dengan Predikat Pujian atau Cumlaude," tandas Ketua Sidang, Dr. Idris disambut tepuk tangan meriah undangan yang hadir.
Turut Hadir Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad Basarah, SH, MH, Duta Besar Republik Seychelles untuk RI Nico Barito, Penjabat Sekda Provinsi NTT, Johanna E. Lisapaly, SH., M.Si, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pemerintahan dan Organisasi Dr. David B. W. Pandie, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Kesehatan Dr. Stef Bria Seran, M. Ph, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pertanian Ir. Antonius Djogo, M. Sc, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pendidikan : Prof. Willi Toisuta, Ph. D, Asisten III Sekda Provinsi NTT Bidang Administrasi Umum Semuel Halundaka, S. IP, M.Si, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat dr. Messerassi B. V. Ataupah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka, ST, MM, Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT Ambrosius Kodo, S. Sos, MM, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT Drs. Zakarias Moruk, MM, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Yos Rassi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, S. Pd, M. Pd, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT Dra. Hildegardis Bria Seran, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Dr. Z. Sonny Libing, M. Si, Kepala Badan Pengembangan SDMD Provinsi NTT Noldy Pelokila, Kepala Badan Pendapatan dan Aset daerah Provinsi NTT Alexon Lumba, SH, M. Hum, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Maxi Nenabu, ST, MT, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Drs. Kanisius Mau, M. Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT Viktorius Manek, S. Sos, M. Si, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q. Parera, SE, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT Dra. Flouri Rita Wuisan, MM, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT Siprianus Kopong Kelen, S. Sos, M. Si, Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta Hendri Donal Izaac, S. Sos, M. Si, Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, ST, MT, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Stefania T. Boro, S. Pi, MM dan Severinus Poso, M.Si selaku Staf Khusus Wakil Gubernur NTT dan Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jojana beserta seluruh kerabat dan keluarga terdekat dari Bapak Josef Adreanus Nae Soi.(*/jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang