Kupang, NTTzoom.com – Kantor Cabang Pembantu (KCP) Alak dan Semau dari KSP Kopdit Pintu Air menunjukkan perkembangan positif sepanjang Tahun Buku 2025.
Wakil Komite Cabang Kupang, Pdt. Yoanes Jaru, dalam misa syukur dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXX Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel Cahaya Bapa, pada Kamis (05/02/2026), mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa koperasi terus berkembang hingga menjangkau wilayah kepulauan.
Untuk KCP Alak, simpanan saham tercatat sebesar Rp6.946.239.939 dan simpanan non saham Rp9.077.387.777. Pinjaman yang beredar mencapai Rp9.414.858.500 dengan total aset sebesar Rp29.635.249.167. Jumlah anggota KCP Alak tercatat sebanyak 2.591 orang dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp34.751.223.
Sementara itu, KCP Semau mencatat simpanan saham sebesar Rp2.365.084.503 dan simpanan non saham Rp2.786.441.952. Pinjaman yang beredar mencapai Rp3.023.285.500.
Total aset KCP Semau sebesar Rp7.531.346.676 dengan jumlah anggota sebanyak 707 orang. Adapun SHU yang dibukukan sebesar Rp137.457.360.
“Semua keberhasilan ini atas kerja sama kita semua, baik anggota maupun para pengelola, serta atas bimbingan pemerintah setempat yang terus memberikan arahan dalam perkembangan koperasi Pintu Air Rotat Indonesia,” ujar Pdt. Yoanes Jaru.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan moral dan doa dari para imam, pendeta, serta para pemimpin gereja turut menjadi kekuatan dalam pertumbuhan koperasi.
Manager KCP Alak, Maria Serviana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif anggota dan pengelola.
“Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan anggota terhadap koperasi semakin meningkat. Kami terus mendorong disiplin menabung dan pengelolaan pinjaman yang sehat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anggota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, manajemen KCP Alak berfokus pada penguatan kualitas pinjaman serta peningkatan partisipasi anggota aktif. Menurutnya, pertumbuhan simpanan dan aset menjadi indikator bahwa tata kelola berjalan sehat dan terkendali.
Selain itu, pihaknya juga terus mendorong edukasi keuangan kepada anggota agar pertumbuhan koperasi berkelanjutan.
"Sebagian besar anggota merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Karena itu, koperasi diharapkan benar-benar menjadi penopang ekonomi rumah tangga anggota." pungkasnya. (es)
Dapatkan sekarang