SOE, NTTZOOM-UT (39) petani asal Desa Falas, Kecamatan Ki’e, Kabupaten TTS harus direlakan keluarganya karena meninggal dunia setelah mengonsumsi pembasmi gulma atau pestisida. Dugaan kematian korban karena mengalami depresi atau stres akibat anak gadisnya yang masih di bawah umur menjadi korban kasus pencabulan.
Aksi nekat korban terjadi Sabtu (19/6) malam. Korban sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Niki-niki, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal pada Senin (21/6) dini hari.
Berdasarkan pengakuan istrinya YK (36), pada Jumat (18/6) lalu, dirinya bersama korban dan anaknya pergi ke Kota Soe, kemudian pada malam harinya, YK dan anaknya kembali ke rumah namun korban tidak ikut hingga Sabtu (19/6). YK saat kembali dari kebun, melihat korban sedang duduk di dalam rumah sambil menangis.
YK melihat korban dalam keadaan mabuk dan tercium bau alkohol, sehingga dia memilih keluar dari rumah dan duduk di depan dapur karena suaminya sering menganiayanya saat mabuk minuman keras.
Tak lama berselang, YK mendengar langkah kaki suaminya keluar dari dalam rumah dan berlari menuju ke belakang dapur sambil menunjukkan botol pestisida bermerk Noxone di tangannya.
YK terkejut karena suaminya nekat mengonsumsi racun tersebut di hadapannya kemudian jatuh lemas, muntah-muntah dan buang air besar. Dalam keadaan panik, YK sempat memberi korban minum air kelapa, serta pihak kerabatnya membawa korban ke Puskesmas Niki-niki. Namum nyawanya tak terselamatkan meski sempat mendapatkan perawatan intensif.
Kapolsek Ki'e Polres TTS, Iptu Sunaryo mengatakan hasil pemeriksaan saksi dan dokter yang menangani korban menyimpulkan, kematian korban setelah mengalami keracunan meminum obat Noxone yang merupakan obat pestisida
Sunaryo menambahkan, dugaan penyebab korban melakukan itu karena depresi akibat permasalahan yang menimpa putrinya yang masih remaja.
Melalui YK diketahui, korban sangat tertekan dengan kasus yang dialami anak kandung korban, D (16) yang menjadi korban pencabulan oleh seorang pemuda di desanya berinisial EK (26) pada Minggu (13/6).
"Kasus pencabulan itu sudah dilaporkan ke Mapolres TTS dan kini dalam proses hukum," ujarnya.(zt/cd3/nz)
Dapatkan sekarang