Kupang, NTTzoom.com— Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib, melontarkan kritik keras terhadap aparatur pemerintah kelurahan dan kecamatan yang dinilai tidak hadir mendampingi masyarakat korban bencana di wilayah Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (16/01/2026) malam.
Ahmad Talib menyebut sejak Sabtu (17/01) pagi, dirinya berada di lokasi bencana untuk memastikan warga mendapat pendampingan dan bantuan. Namun hingga berjam-jam kemudian, ia tidak melihat kehadiran lurah maupun camat di lokasi terdampak.
“Harusnya mereka datang dampingi masyarakat. Saya dari pagi di sini, tapi lurah dan camat tidak kelihatan. Begitu jam 2 siang Pak Wali Kota hadir, semua baru muncul. Ini apa sebenarnya? Mau cari muka?” ujar Ahmad Talib dengan nada kecewa.
Menurutnya, masyarakat korban bencana sangat membutuhkan kehadiran pemerintah, bukan hanya saat pimpinan daerah turun ke lapangan. Ia menegaskan, tugas pendampingan warga seharusnya dilakukan oleh jajaran pemerintahan di bawah Wali Kota.
“Wali Kota itu punya banyak kesibukan. 'Kan sudah ada lurah dan camat. Masyarakat butuh uluran tangan pemerintah sejak awal, bukan menunggu,” tegasnya.
Ahmad Talib juga menyatakan kekecewaannya atas lemahnya respons aparatur di lapangan. Ia menegaskan akan tetap berada di lokasi hingga bantuan benar-benar diterima oleh warga terdampak.
“Saya tidak akan pulang sebelum bantuan ini didistribusikan ke masyarakat. Sampai selesai, saya akan kawal terus,” katanya.
Pernyataan ini menambah sorotan DPRD terhadap penanganan bencana di Kota Kupang, khususnya terkait kehadiran dan kesiapsiagaan aparatur pemerintah tingkat kelurahan dan kecamatan dalam merespons kebutuhan masyarakat saat terjadi bencana.
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Kupang, Otniel Benyamin Selan, juga menyoroti lambannya respons BPBD dalam menangani Bencana di Manutapen. (es)
Dapatkan sekarang