Seribu Lilin Duka, Warga Kupang Kenang YBR
Foto YBR bersama sang nenek ditampilkan dalam aksi seribu lilin yang digelar di Bundaran PU Kota Kupang, Sabtu (07/02/2026) malam.
Redaksi
08 Feb 2026 23:38 WITA

Seribu Lilin Duka, Warga Kupang Kenang YBR

Kupang, NTTzoom.com — Puluhan warga, mahasiswa, anak usia sekolah, serta perwakilan sejumlah organisasi masyarakat menggelar aksi bakar seribu lilin sebagai bentuk empati dan solidaritas atas meninggalnya bocah sekolah dasar YBR (10) di Kabupaten Ngada. Aksi tersebut berlangsung di Bundaran PU, Kota Kupang, Sabtu (7/2/2026) malam.

‎Dalam aksi tersebut, peserta menyalakan lilin dan membaca puisi, serta menampilkan foto-foto almarhum YBR bersama sang nenek. 

‎Suasana haru menyelimuti lokasi aksi, saat sejumlah peserta terlihat larut dalam kesedihan menatap foto sang bocah bersama nenek tercinta.

‎Salah satu peserta aksi, Nur Hariani, mengatakan, kehadiran dirinya dalam aksi seribu lilin tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus refleksi bersama atas tragedi yang terjadi.

‎“Kita lakukan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa Indonesia. Apa yang terjadi saat ini adalah tamparan keras bagi kita semua bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan dukungan, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Nur Hariani.

‎Senada dengan itu, Noli Bani mengungkapkan keprihatinan mendalam atas meninggalnya YBR yang diduga dipicu kesulitan ekonomi, termasuk ketidakmampuan membeli buku dan bolpoin untuk sekolah.

‎“Saya sangat prihatin. Seorang anak SD meninggal hanya karena ingin membeli bolpoin dan buku. Ini sangat menyentuh hati. Kita perlu bertanya bersama, di mana perhatian kita semua, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal,” kata Noli.

‎Ia juga berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat lebih memperhatikan kondisi pendidikan di wilayah terpencil, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar siswa dan sarana prasarana sekolah.

‎Aksi seribu lilin tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan belasungkawa bagi keluarga korban sekaligus harapan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Nusa Tenggara Timur. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai