Angka Stunting Turun, Gubernur NTT Apresiasi Pemkab Ende
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi sambutan di Ende
Carlens
13 Sep 2022 08:02 WITA

Angka Stunting Turun, Gubernur NTT Apresiasi Pemkab Ende

ENDE, NTTZOOM-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ende atas perannya dalam menurunkan angka stunting.

Apresiasi tersebut diungkapkan dalam Rapat Kerja Gubernur bersama Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Ende di Lapangan Bola Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende, Senin (12/9).

"Kita apresiasi dan limpah terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ende serta jajarannya dengan peran menurunkan angka stunting yang awalnya 14,3 % kini sudah turun menjadi 1 digit. Ini merupakan hal baik dan akan terus kita lakukan bersama juga di kabupaten lain. Semua harus kerja fokus dalam pola desain penanganan yang benar dan tepat sasaran," kata gubernur.

Menurut gubernur, ini yang dibutuhkan untuk kerja kolaboratif. Dan dia meminta untuk terus aktif dalam kerja nyata di lapangan. Bupati, Camat, Lurah dan Kepala Desa harus sering turun cek kondisi stunting dan kemiskinan yang ada. Sehingga bisa dapat data yang benar dan akurat untuk stunting dan kemiskinan agar nantinya dapat diintervensi dengan baik.

Lebih lanjut gubernur juga meminta bupati, camat, lurah dan kepala desa untuk mengembangkan komoditi sorgum, jagung dan kelor. Hal ini untuk menjalankan amanat presiden yang menginginkan setiap kepala daerah untuk mengembangkan pangan lokal sebagai bentuk antisipasi terhadap krisis pangan dunia yang diprediksi Bank Dunia dan IMF akan terjadi pada 2023 dan 2024 mendatang.

Sementara Wakil Bupati Ende Erikos Emanuel Rede turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi atas pembangunan ruas jalan di Kabupaten Ende.

"Terima kasih atas pembangunan ruas jalan provinsi dengan kepemimpinan Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi bersama jajarannya untuk pembangunan jalan dalam dua tahun terakhir ini terkait pembangunan ruas jalan di Ende saat ini sudah mencapai 89% dan ini merupakan sejarah karena belum pernah ada pembangunan jalan seperti ini sebelumnya," ujar Erik.

Dengan alokasi anggaran jalan tahun 2021 dan 2022, seluruh ruas jalan provinsi sudah diintervensi APBD Provinsi NTT sekira Rp 60 miliar. Yang belum selesai adalah ruas jalan baru Maurole-Koro, Aeoras dan Nanganeo yang hanya tersisa beberapa kilometer. Dan mulai dari Mausambi-Nira Nusa. Serta Ranokole Selatan sampai ke ujung Detusoko sudah selesai.

"Demikian juga dari Maukaro Nabe yang biasanya butuh waktu sampai tiga jam sampai ke Ekotaru, sekarang cuma butuh 45 menit. Ranakolo ke Nabe juga sudah dan Nuabosi ke Ende sudah hampir selesai," beber Erik Rede.

Wabub Erik juga dalam kesempatan yang sama meminta dukungan Pemprov NTT terkait irigasi.

"Kecamatan Wewaria ini menjadi lumbung padi untuk Kabupaten Ende. Ada ribuan Ha daerah irigasi di sini. Untuk pengembangan daerah irigasi ini, kita juga butuh perhatian dan dukungan Pemprov," katanya.

Dalam acara tersebut, Gubernur VBL juga melakukan Penandatanganan Prasasti 6 Paket Rehabilitasi Ruas Jalan di Kabupaten Ende dengan Sumber Dana Pinjaman Provinsi NTT PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) Tahun Anggaran 2021/2022.(*/jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga