Aniaya Dua Tahanan, PNS di Rutan Kelas II B Kupang Dijatuhi Huknis 
Para pegawai di Rutan Kelas II B Kupang.
PP
21 Jun 2024 10:52 WITA

Aniaya Dua Tahanan, PNS di Rutan Kelas II B Kupang Dijatuhi Huknis 

Kupang, Nttzoom - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Rutan Kelas II B Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Angga Linho Telaleol yang diduga menganiaya dua tahanan hingga babak belur akan dikenakan hukuman disiplin (Huknis).

Ia dijatuhi Huknis dalam pemeriksaan oleh Kanwil Kemenkumham NTT termasuk Polresta Kupang Kota, jika terbukti bersalah dalam kasus pidana.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah(Kanwil) Kemenkumham NTT melalui Kasubag Humas Kanwil Kemenkumham NTT, Dian Lenggu kepada Nttzoom.com, Kamis (20/6/2024) malam.

Dian menjelaskan, Huknis ini menentukan sanksi bagi seorang PNS sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS yang hanya dapat diberikan kepada pegawai tahanan di Rutan yang berstatus sebagai PNS.

“Kalau (Abraham Angga Linho Telaleol) terbukti bersalah akan ada sanksi sesuai PP 94 Tahun 2021,” beber Dian.

Diungkapkan, lanjut Dian, Abraham Angga Linho Telaleol saat ini masih aktif bekerja di Rutan Kelas II B Kupang, menanti hasil pemeriksaan dari Polresta Kupang dan juga Kanwil Kemenkumham NTT.

Jika yang bersangkutan bersalah, tentunya akan diberikan sanksi sesuai PP 94 Tahun 2021.

“Sekarang yang bersangkutan masih kerja. Karena ini masih pemeriksaan di Polisi. Jika terbukti pasti ada sanksinya itu,” sebutnya.


Sebelumnya diberitakan Nttzoom.com, Kamis (20/6/2024) sore, bahwa seorang pegawai di RutanKelas II B Kupang, menganiaya dua tahanan di Rutan Kelas II B Kupang secara sadis hingga tak bisa beraktivitas.

Pegawai di Rutan Kelas II B Kupang itu diketahui bernama Abraham Angga Linho Telaleol. Ia menganiaya dua tahanan yakni Janward CH Ndun dan Petrus Anderson Doko.

Akibatnya, dua tahanan itu mengalami memar di tubuh mereka hingga tak bisa beraktivitas.

Hal ini diungkapkan orang tua Janward CH Ndun, Fians Ndun kepada wartawan, Kamis, 20 Juni 2024 di Pengadilan Negeri (PN) Kupang.

Fians menjelaskan bahwa, kejadian itu diketahui saat anak perempuannya pergi membesuk Janward CH Ndun dan Petrus Anderson Doko di Rutan Kelas II B Kupang.

“Setiap dia (Abraham) piket, dua anak saya selalu dianiaya dan disiksa. Jadi pas ada anak perempuan saya yang pergi besuk, baru mereka cerita kalau dapat aniaya sampai babak belur,” ujar Fians.

Ia menyebut, kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada Ombudsman RI Perwakilan NTT dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham NTT pada Kamis (30/5/2024).

Sebab, menurut Fians, kejadian ini merupakan pelanggaran HAM dan tidak bisa dibenarkan oleh hukum.

"Sangat disayangkan, maka saya minta oknum tersebut ditindak seadil-adilnya karena sejak awal sudah ada indikasi pengancaman untuk membakar anak kami ketika sudah masuk rutan. Ada videonya di sini. Sebagai orang kecil, saya tidak ada apa-apa, saya hanya bisa berdoa saja,” timpalnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Janward dan Petrus, Mario Kurnia Mega, menjelaskan kliennya merupakan tahan kasus pengeroyokan terhadap Abraham Angga Linho Telaleol saat terjadinya percekcokan di acara pesta di Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Jumat (21/7/2023) malam. 

Menurut Mario, pengeroyokan tersebut merupakan wujud pembelaan diri dari Janward dan Petrus. Sebab, mereka terlebih dahulu dicaci maki oleh Abraham Angga Linho Telaleol yang berujung melakukan penyerangan terhadap Janward dan Petrus.

“Kasus ini sebenarnya upaya untuk membela diri karena dicaci maki dan diserang oleh Abraham, maka terjadinya perkelahian sehingga dia melaporkan kasus tersebut bahwa dia dikeroyok. Tetapi, fakta persidangan tadi terungkap bahwa klien kami membela diri saat diserang,” ungkap Mario. 

Sebagai kuasa hukum, beber Mario, hanya bisa mendampingi kliennya untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya agar putusan yang akan diberikan kepada dua terdakwa bisa adil.

“Jangan sampai ada fakta-fakta yang tidak terungkap kemudian hakim memutuskan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” sebutnya.

Selanjutnya Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) NTT, Dian Lenggu, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus itu terjadi sejak Rabu (15/5/2024).

Dikatakan, Abraham Angga Linho Telaleol sudah di periksa secara internal dari tim Yankomnas dan Devisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham.

“Setelah beta (saya) cek, memang benar adanya kejadian tersebut. Dan yang bersangkutan sudah kami periksa secara internal dari tim Yankomas dan Divisi Pas (Pemasyarakatan),” bebernya.(jem/dev/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga