BEI Catat 14 Juta Investor Pasar Modal di Indonesia, NTT Capai 95.604 SID Selama 5 Tahun
Investor saham. Ilustrasi
admin
14 Oct 2024 16:26 WITA

BEI Catat 14 Juta Investor Pasar Modal di Indonesia, NTT Capai 95.604 SID Selama 5 Tahun

JAKARTA, NTTzoom.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencapaian terbaru jumlah investor pasar modal di Indonesia telah melampaui 14 juta single investor identification (SID) pada  Kamis (3/10/2024) sejumlah 14.001.651 SID, tumbuh 1.833.590 SID baru dibanding posisi di akhir tahun 2023 sebesar 12.168.061 SID.  

Sementara Kantor Perwakilan  Bursa Efek Indonesia (BEI) NTT mencatat sebanyak 95.604 SID dan menduduki peringkat 24 dari 37 provinsi seluruh Indonesia berupa jumlah nilai transaksi dan jumlah investor. 

Pencapaian ini berhasil di raih berkat sinergi yang erat antara BEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), serta para pemangku kepentingan lainnya dan didukung oleh strategi inovasi digitalisasi edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang senantiasa dilakukan oleh BEI.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, industri pasar modal memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara.  

“Pasar modal Indonesia yang maju dan stabil akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Walau demikian, hal tersebut tetap harus disertai dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat,” ujar Iman.  

Pertumbuhan investor yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk aliran dana investor asing. 

Sejak awal tahun ini hingga akhir September 2024, BEI telah mengadakan 19.779 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 24 juta peserta. Kegiatan yang dimaksud termasuk Sekolah Pasar Modal (SPM), program Duta Pasar Modal (DPM) dan berbagai webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di seluruh Indonesia tentang investasi.  

BEI juga aktif mengkampanyekan 
gerakan #AkuInvestorSaham, yang sukses menarik perhatian generasi muda.

Saat ini, sekitar 79% dari total investor baru berusia di bawah 40 tahun yang menunjukkan tingginya partisipasi dan ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal. 

Strategi Digitalisasi dan Peran Galeri Investasi BEI Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan, BEI terus mengembangkan infrastruktur 
digitalnya.  

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, angka jumlah investor pasar modal saat ini sebenarnya masih sedikit, khususnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.  

"Galeri Investasi BEI tidak hanya menjadi 
jembatan antara dunia akademis dan pasar modal, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendekatkan masyarakat umum dengan edukasi pasar modal," kataJeffrey. 

Kepala Perwakilan BEI NTT, Adevi Sabath, saat Media Gathering dan Capital Market Update semester II 2024, Jumat, 11 Oktober 2024 mengatakan, BEI NTT adalah kantor yang paling muda dari antara kantor BEI lainnya, tapi posisi NTT tidak paling muda dari segi jumlah nilai transaksi dan jumlah investor karena NTT ada diurutan 24 dari 37 provinsi di Indonesia. 

Dia mengatakan, data BEI NTT, investor pasar modal dari tahun 2021 tercatat hanya sebanyak 35.761 dan mengalami kenaikan jumlah hingga mencapai 95.604 investor di tahun 2024 dan untuk investor saham sebanyak 31.982 SID. 

Adapun sebaran investor merata di 22 kabupaten/kota se NTT yakni, Kota Kupang tercatat 20.216 investor, kabupaten Belu, 6.812, Manggarai, 6.607, Ende, 6.583, Kabupaten Kupang, 5.958, Kabupaten Manggarai Barat, 4.929, Sikka, 4.828, Sumba Timur, 4.732, Flores Timur 4.422, Manggarai Timur, 3.130, Ngada, 3.115.

Selain itu, Rote Ndao, 2.905, Nagakeo, 2.281, Alor, 2.026, Lembata, 1.755, Kabupaten Sumba Barat, 1.519, TTU, 3,963, Sumba Barat Daya, 2,509, Malaka, 1.595, Sabu Raijua, 895 dan Kabupaten Sumba Tengah 695 investor. 

"Kita bersyukur jumlah investor kita itu ada diseluruh kota dan kabupaten se NTT, dengan sebaran teretinggi di 3 wilayah terbanyak investor pasar modal yakni Kota Kupang, Belu dan kabupaten Manggarai" tambah Adevi.  

Sementara komposisi data investor berdasar usia, tercatat usia 18-25 sebesar 33persen, usia 26-30 sebanyak 28persen, usia 31-40tahun sebanyak 24persen dan usia 41-100 sebanyak 15persen. jika berdasarkan gender, data investor pria masih mengungguli investor perempuan yakni pria sebesar 59,7persen dan perempuan diangka 40,3persen. 

Data investor berdasar pekerjaan, tercatat pelajar berada diposisi pertama dengan jumlah presentase mencapai 30persen, diikuti pegawai swasta sebesar 26persen, pengusaha dan pekerja lainnya masing-masing berada di 14persen, pegawai negeri 9persen, ibu rumah tangga dan guru masing-masing 3 persen dan TNI/Polri hanya 1 persen. 

BEI hadir di NTT sebagai kantor ke -29 yang berada di Kota Kupang sejak tanggal 27 November 2019, meski sempat melambat akibat pendemi Covid-19, namun BEI NTT mampu membangun dan menjaga citra bursa dan pasar modal, menyebarluaskan informasi bursa menjadi keterbukaan informasi yang akurat, tepat, cepat, lengkap dan terkini. 

Mendukung perkembangan pasar dengan memaksimalkan potensi calon investor dengan mencatat serta pengembangan pelaku pasar secara efektif dan efesien, meningkatkan hubungan dengan stakeholder, kerjasama, peningkatan inklusi serta membantu menyediakan fasilitas bagi anggota bursa yang ingin memperluas pasar didaerah namun belum mempunyai kantor. (jun/nz*)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai