* SMAN I Maumere Vaksinasi 750 Siswa
MAUMERE, NTTZOOM-SMA Negeri I Maumere melakukan vaksinasi kepada 750 siswa dari total 1200 siswa di sekolah itu. Mereka mengikuti vaksin karena sekira 450 siswa sudah melakukan vaksin secara mandiri.
Hal ini disampaikan kepala sekolah SMAN I Maumere Yohanes Jonas Teta Sabtu (2/10) di Maumere.
Jonas jelaskan, total siswa yang divaksin sebanyak 1200, namun sebagiannya sudah dilakukana vaksin secara mandiri, di berbagai tempat di Kabupaten Sikka. Awalnya kata Jonas, pihak sekolah menghubungi Polres Sikka, karena Polres Sikka diketahui ada program vaksin. Namun ternyata stok vaksi di Polres Sikka habis. Polres Sikka kemudian membantu berkoordinasi dengan pihak Muhammadyah Maumere yang memiliki stok vaksin.
Setelah mengetahui adanya stok vaksin, Polres Sikka bersama seklah SMAN I Maumere berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk mendapatkan tenaga medis untuk melakukan vaksin terhadap 750 siswa di sekolahnya.
Jonas juga menyampaikan terima kasih kepada Muhammadyah Mauamere, Kapolres Sikka dan jajarannya, yang telah membantu melakukan koordinasi sehingga mendapatkan vaksin untuk siswa.
Dengan divaksinnya semua siswa, Jonas berharap dapat kembali melakukan KBM secara full tatap muka di sekolahnya. Karena selama ini kata Jonas siswanya hanya mengikuti KBM dengan menggunakan shift. Jonas bahkan mengaku akan meminta izin ke provinsi untuk melakukan KBM secara full di sekolahnya.
"Kami lakukan vaksin untuk 760 Siswa dari total 1200 orang siswa, karena 450 di antaranya sudah dilakukan vaksin secara mandiri, seperti di Polres Sikka, kantor Golkar dan sejumlah tempat lainnya di wilayah Maumere,” ujar Jonas.
Menurut Jonas semua pilihan dalam KBM dipastikan ada plus minusnya, ada risikonya, baik sistim shift, maupun sistim on off. Kata Jonas, sekolah memilih sistim on off.
Anak semestinya dalam satu bulan mendapat empat minggu tatap muka, kini berubah menjadi satu bulan hanya dua minggu tatap muka, dua minggu lainnya harus mengerjakan tugas sekolah secara mandiri di rumah.
Namun dengan vaksinnasi ini kata Jonas siswa dapat mengikuti KBM penuh di sekolah. Itu pun harus mendapat izin dari provinsi.
"Kami berharap setelah ada vaksin ini dapat menjalani KBM secara full di sekolah setelah mendapat izin dari provinsi,” jelas Jonas.
Kepada para guru, Jonas juga telah menyampaikan bahwa dengan adanya keterbatasan waktu, para guru harus pandai-pandai melihat materi yang esensial. Materi yang esensial yang harus diajarkan kepada siswa pada saat tatap muka.
Sementara materi yang non esensial cukup diberikan tugas untuk siswa mengerjakannya di rumah.
Jonas juga mengaku bersyukur karena jauh sebelum adanya pandemi Covid-19, SMAN I Maumere sudah menerapkan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). UKBM itu dapat diakses oleh siswa, baik secara Daring maupun tatap muka .
"Sebelum terjadinya pandemi Covid-19 kami sudah siap, siswa sudah dibiasakan mengikuti UKBM, baik itu melalui Daring ataupun tatap muka," ujar Jonas.(rel/cd3/nz)
Dapatkan sekarang