‎BI NTT Perkuat Kesiapan UMKM Tembus Pasar Ekspor
BI NTT memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar lebih siap menembus pasar internasional melalui Bootcamp UMKM Ekspor 2026, Senin-Selasa (14-15/9/2026).
Redaksi
17 Sep 2026 16:36 WITA

‎BI NTT Perkuat Kesiapan UMKM Tembus Pasar Ekspor

Kupang, NTTzoom.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar lebih siap menembus pasar internasional melalui Bootcamp UMKM Ekspor 2026, Senin-Selasa (14-15/9/2026).

‎Kegiatan bertema “Berdaya Saing, Siap Mendunia” ini digelar BI NTT bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT serta Akademi Mudah Ekspor di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan BI NTT.

‎Sebanyak 50 UMKM mengikuti kegiatan tersebut setelah melalui proses kurasi dari 98 pendaftar. Peserta mendapatkan pembekalan terkait pemetaan pasar, penyusunan harga dan penawaran komersial, manajemen risiko pembayaran, hingga komunikasi dan negosiasi bisnis.

‎Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM KI & Syariah Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Reyza Lisembina B., mengatakan kesiapan menjadi eksportir tidak dapat dibangun secara instan.

‎“Menjadi eksportir bukan proses yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi dibangun melalui kesiapan produk, ketepatan membaca pasar, konsistensi memenuhi standar, serta keberanian untuk terus belajar dan membuka jejaring baru,” ujar Reyza.

‎Selain penguatan produk, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai profil usaha, katalog produk, pemasaran digital serta presentasi penawaran ekspor atau export pitching. Materi disampaikan Fernanda Reza Muhammad dan Zahra Margautami dari Akademi Mudah Ekspor.

‎Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, mengatakan sinergi diperlukan untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan NTT.

‎“NTT memiliki produk unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional. Potensi ini perlu didukung dengan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan,” kata Zet Sony.

‎Menurutnya, penguatan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM membangun kemitraan usaha sekaligus menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan.

‎Penguatan kapasitas ekspor menjadi relevan di tengah perkembangan perdagangan luar negeri NTT. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor NTT pada Januari-Juni 2026 mencapai USD32,03 juta, turun 10,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara surplus neraca perdagangan tercatat sebesar USD29,78 juta.

‎Sejumlah produk unggulan NTT yang memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar internasional antara lain pangan olahan, kopi, kemiri beserta turunannya, serta wastra.

‎Bootcamp ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor pada Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Para peserta diharapkan memiliki target pasar, materi penawaran dan rencana tindak lanjut yang lebih siap untuk menjajaki peluang bisnis internasional.(es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga