KUPANG, NTTZOOM-Kepala Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Dwikorita Karnawati M.Sc., Ph.D., meresmikan langsung gedung kantor BMKG Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Operasional Radar Cuaca Kupang yang berlangsung di gedung pelayanan BMKG Provinsi NTT di Jl. RW. Monginsidi, Kota Kupang, NTT, Kamis (2/2).
Peresmian gedung kantor dan operasional radar cuaca Kupang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Kepala BMKG,Prof. Ir. Dwikorita Karnawati M.Sc., Ph.D., dan Gubernur NTT yang diwakili Plt. Sekda NTT, Yohanna Lissapaly.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia peresmian gedung kantor BMKG Provinsi NTT dan Operasional Radar Cuaca Kupang, Margiono S. Si menyampaikan, tahun 2017, Stasiun Geofisika Kupang diberi kepercayaan untuk membangun gedung pelayanan lima lantai dengan luas 1000 meter persegi dengan total anggaran sebesar Rp 14.6 miliar.
Ia jelaskan, gedung BMKG itu dibangun secara bertahap sejak Tahun Anggaran (TA) 2017 hingga tahun 2021 di lahan seluas 8.670 meter persegi.
"Proses pembangunan gedung BMKG itu dimulai dari peletakan batu pertama oleh Bapak Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Kepala BMKG yang didampingi Ketua Komisi V DPR-RI, Bapak Ir. Farry Dj. Francis, MMA pada tanggal 8 Agustus 2017," kata Margino.
Disampaikan Margiono, pada Januari 2022, secara resmi gedung operasional Stasiun Geofisika Kupang yang terdapat tiga pusat gempa bumi regional VII dan gedung BMKG El Tari Kupang yang berhasil operasi di gedung pelayanan BMKG Provinsi NTT.
Dijelaskan, tujuan dari pembangunan gedung BMKG di Provinsi NTT ini adalah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Provinsi NTT terutama di Kota Kupang sebagai alat informasi di wilayah NTT.
Selanjutnya, Kepala Pusat BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati M.Sc., Ph.D., berharap BMKG Stasiun Meteorologi Provinsi NTT dapat meningkatkan fungsi dan peran BMKG dalam bidang kemaritiman dalam mendukung program pemerintah provinsi, kab/kota dan stakeholder di wilayah NTT. Selain itu, Kepala BMKG memberi apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang baik kepada Pemerintah Provinsi NTT.
Ia menyampaikan limpah terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang sudah memberikan hibah tanah seluas seluas 8000 meter persegi kepada pihak BMKG untuk membangun gedung kantor palayanan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) di wilayah Kota Kupang.
Dijelaskan, gedung yang dibangun dan diresmikan itu sangat berarti bagi BMKG di Provinsi NTT untuk berbagi informasi dalam rangka penyebarluasan terkait gempa dan tsunami kepada masyarakat di NTT.
Wanita kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1964 itu menjelaskan, para petani dan nelayan sangat membutuhkan informasi yang berkaitan dengan cuaca. Menurutnya, BMKG tidak sekadar metigasi gempa bumi dan mitigasi cuaca ekstrem atau iklim estrem. Tetapi BMKG juga meningkatkan mutu kesejahteraan umum seperti para petani dan nelayan.
Ia menyampaikan, kehadiran BMKG sebagai pusat informasi di NTT, yaitu di tengah masyarakat sesuai dengan yang diamanatkan oleh pembukaan UUD 1945 alinea IV yang menyebutkan "untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia".
"Tugas BMKG itu bukan hanya untuk mitigasi gempa bumi dan cuaca ekstrem saja tapi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelasnya.
Ia menjelaskan, pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya nelayan terhadap informasi cuaca maritim cukup penting, untuk mendukung sektor perikanan dan kelautan. Karena dalam kondisi cuaca seperti sekarang, petani maupun nelayan tidak lagi bisa sekadar mengandalkan pranata mangsa atau 'ilmu titen'.
Dijelaskan Mantan Rektor wanita pertama Universitas Gadjah Mada(UGM) itu, bahwa saat ini BMKG terus bekerjasama atau berkolaborasi dengan pemerintah daerah(Pemda) khususnya melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan(SLCN) untuk para Petani dan Nelayan. Dijelasakan, SLCN ini dibuat agar petani dan nelayan dapat mengantisipasi perubahan cuaca maupun iklim ekstrim.
"Sebagai mata rantai terakhir dari penerima manfaat informasi cuaca dan iklim sekaligus ujung tombak ketahanan pangan petani dan nelayan perlu didukung oleh BMKG dalam mengantisipasi cuaca dan iklim ekstrim yang dapat berdampak pada kegiatan pertanian maupun kegiatan melaut. Mekanisme Sekolah Lapangan yang diselenggarakan BMKG bersama mitra terkait, adalah platform yang didesain dan dilaksanakan untuk memfasilitasi literasi petani dan nelayan," ujarnya.
Dwikorita mengatakan pengenalan cuaca dan iklim juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani agar tidak mengalami gagal panen. Selain itu, Ia menyebut sekolah ini juga dilakukan untuk membantu nelayan lebih produktif dan mengurangi risiko kecelakaan akibat cuaca dalam berlayar.
Lebih lanjut, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang diwakili Plt. Sekda Provinsi NTT, Yohanna Lisapaly dalam sambutannya menyampaikan proficiat atas peresmian gedung BMKG Provinsi NTT yang menjadi pusat informasi terkait cuaca di Provinsi NTT khususnya di Kota Kupang.
Ia jelaskan, Provinsi NTT kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) seperti di sektor Pertanian, Perikanan dan Kelautan serta Pariwisata sehingga membutuhkan informasi yang Cepat, Tepat Serta Akurat sesuai dengan jargonnya BMKG.
"Pemerintah Provinsi NTT sangat membutuhkan informasi dari pihak BMKG agar dapat mengetahui cuaca ekstrem yang terus terjadi di wilayah NTT," kata Yohanna.
Yohana Lissapaly menegaskan, Pemprov NTT terus mendukung BMKG untuk memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan curah hujan serta gempa bumi atau tsunami kepada masyarakat di NTT.
"Pemerintah memberikan hibah tanah kepada BMKG untuk membangun gedung ini, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Hadir dalam peresmian tersebut Kapolda NTT, Sekda Kota Kupang, Fahrensy Funay, Kepala Plt. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Provinsi NTT, Danlanud El Tari Kupang, Kepala BPBD Provinsi NTT dan undangan lainnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang