‎BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTT Hingga 13 Januari
Ilustrasi cuaca buruk


Foto: Google
Redaksi
07 Jan 2026 13:27 WITA

‎BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTT Hingga 13 Januari

Kupang, NTTzoom.com— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpeluang memicu hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini, pada periode 6–13 Januari 2026.

‎Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang sedang aktif di wilayah NTT. 

‎“Saat ini wilayah NTT berada pada periode musim hujan. Terpantau adanya sirkulasi siklonik di utara Benua Australia yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin, serta perlambatan kecepatan angin,” ujarnya.

‎Selain itu, aktivitas gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin turut memperkuat pembentukan awan hujan. Menurut Nenot'ek, kombinasi fenomena tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di berbagai wilayah. 

‎“Kondisi ini mendukung terjadinya hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat,” katanya.

‎BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, serta seluruh wilayah Pulau Sumba. 

‎Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpeluang terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.

‎BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang, khususnya di daerah bertopografi curam dan bergunung-gunung. 

‎“Masyarakat tidak perlu panik, namun harus meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara,” ujar Nenot'ek.

‎Khusus di wilayah Flores Timur, BMKG mengingatkan potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki. BMKG juga meminta pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan BPBD serta TNI-Polri dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini.

“Cuaca bersifat dinamis, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” tutupnya. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai