Ngada, NTTzoom.com – Pemerintah Kabupaten Ngada mengungkap sejumlah fakta baru terkait meninggalnya siswa SD berinisial YBR (10) di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu. Salah satunya, korban diketahui telah ditinggalkan ayahnya sejak berusia sekitar 1,7 tahun.
Bupati Ngada Raymundus Bena mengatakan YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara dan sejak kecil diasuh neneknya di rumah kebun, sementara ibunya tinggal terpisah di kampung.
“Pengalaman-pengalaman ini mungkin membuat anak ini traumatis, dan dalam perjalanan diambil alih oleh neneknya di kebun,” kata Raymundus.
Ia menyebut kondisi keluarga dan pengalaman masa kecil korban diduga menjadi faktor pendorong yang memengaruhi psikologis anak.
Raymundus juga mengungkap beasiswa PIP milik korban sebenarnya sudah tersedia, namun tidak bisa dicairkan karena masalah administrasi kependudukan.
Dari lima bersaudara, baru dua anak yang terdata sebagai warga Ngada, sementara korban dan dua saudaranya belum.
Pasca peristiwa ini, Pemkab Ngada berkomitmen melakukan penertiban administrasi warga secara tegas agar kasus serupa tidak terulang.
“Saya akan tegas dan melaksanakan rapat koordinasi untuk identifikasi benar-benar. Kalau masih ada masyarakat yang masa bodoh, kita mesti tekan door to door,” tegas Raymundus.
Selain itu, Pemkab Ngada juga berencana menyiapkan skema bantuan pendidikan versi daerah, termasuk penyediaan seragam sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Bupati Ngada dijadwalkan akan terlibat langsung dalam prosesi adat kedukaan dan pemakaman korban pada Minggu mendatang. (es)
Dapatkan sekarang