Danrem 161 Wira Sakti Kupang Akui Ada Titipan Saat Rekrutmen Prajurit TNI
Danrem 161 Brigjen TNI Joao Xavier Baretto Nunes saat berdialog dengan Kepala Perwakilan Ombudsman NTT dan Komnas HAM Perwakilan NTT di Makorem Kupang
Redaksi
26 Jun 2025 19:44 WITA

Danrem 161 Wira Sakti Kupang Akui Ada Titipan Saat Rekrutmen Prajurit TNI

KUPANG,NTTzoom.com. Komandan Korem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjen Joao Xavier Baretto Nunes, mengaku jika ada sejumlah pihak yang 'menitipkan' calon siswa saat proses seleksi penerimaan Calon Bintara dan Calon Tamtama, yang dilaksanakan di Korem 161/Wira Sakti tahun 2025.

‎Hal ini diakui Brigjen Joao, saat melakukan pertemuan dengan Ombudsman RI Perwakilan NTT dan Komnas HAM Perwakilan NTT di Makorem 161 Kupang, Selasa (24/06/2025). 

‎Menurut Joao, meski dirinya dihubungi langsung, tidak serta merta peserta yang dititipkan tersebut diluluskan, namun harus tetap mengikuti prosedur dan tahapan test, seperti peserta lainnya. 

‎"Ada titipan, kita tampung. Tapi bukan berarti lulus. Itu ada. Saya sampaikan ada titipan, tapi itu terakhir tidak lulus. Ada videonya. Saya jamin tidak lulus." Ujar Joao saat dialog dengan Ombudsman NTT dan Komnas HAM Perwakilan NTT. 

‎Bahkan dengan terang-terangan, Joao pun mengakui jika ada salah seorang tokoh agama yang sempat terlibat untuk penitipan saat rekrutmen. Namun dirinya tidak ingin terjerumus dan meminta untuk didoakan. 

‎"Ijin pak danrem kami titip. Mohon maaf, ketika romo mau masuk seminari apakah ada titipan? Tidak ada. Ketika mau tabis 'kan ga ada titipan. Roh Kudus yang tuntun Romo sampai jadi.  Maka sekarang, urus kami untuk jiwa kami masuk surga. Jangan ikutan terlibat hal duniawi. Saya sampaikan gitu ke romo." kisah Brigjen Joao. 

‎Joao menjamin, setiap calon siswa yang ditest, sudah sesuai dengan prosedur, dan hasil yang diperoleh peserta terdata dengan baik, sehingga bisa dijadikan alat bukti, bila ada pihak-pihak yang tidak puas bahkan ingin menggugat hasil seleksi.

‎"Maka kami undang ini, ada data lengkap, bawa orangnya, kita cek bersama, yaa. Kita cek, dia lari misalnya 400 meter dalam 12 menit dia bisa 9 putaran, udah pakai gaji saya langsung pesan tiket pesawat susul ke Bali. Tapi kalau dia datang, lari 400 meter hanya 3 atau 4 putaran, itu bebek pun bisa." Tegas Danrem.

‎Untuk seleksi calon Tamtama, pendaftar daring tercatat sebanyak 10.707 orang. Dari jumlah tersebut, 6.556 orang melaksanakan validasi dan menjalani pemeriksaan administrasi dan kesehatan di Makorem Kupang.

‎Namun hanya 6.055 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk diajukan ke Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad). Dari jumlah itu, 3.580 orang dinyatakan lulus untuk mengikuti tahapan lanjutan di tingkat Subpanpus, bersama peserta lain dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). (es/nz*) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai