Kupang, NTTzoom.com – Sebanyak 21 Kapolres jajaran di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), menjalani tes urine secara tertutup di Mapolda NTT di Rupatama Mapolda NTT pada Jumat (27/2/2026).
Pemeriksaan itu dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini penyalahgunaan narkoba di internal kepolisian. Selain para Kapolres, tes urine juga diikuti Irwasda Polda NTT. Pemeriksaan dilakukan oleh tim Biddokkes dengan menggunakan alat uji stick GLORY DIAGNOSTICS enam parameter.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan, tes tersebut merupakan langkah pengawasan internal untuk memastikan para pimpinan di jajaran Polri bersih dari narkoba.
“Ini bentuk komitmen kami menjaga integritas. Keteladanan harus dimulai dari pimpinan,” tegas Henry dalam rilis kepada media, Kamis (05/03/2026).
Ia mengatakan, pemeriksaan menggunakan enam parameter, yakni amphetamine, methamphetamine, morphin, cocaine, THC (ganja), dan benzodiazepam.
Dari total 21 sampel urine yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan negatif.
“Hasilnya negatif semua. Ini menjadi bukti bahwa jajaran pimpinan di Polda NTT berkomitmen menjaga profesionalisme dan marwah institusi,” tegasnya.
Tes urine tersebut diikuti seluruh Kapolres, mulai dari Kapolresta Kupang Kota hingga Kapolres Alor. Pemeriksaan dilakukan tanpa seremoni terbuka sebagai bagian dari langkah pengawasan internal yang bersifat rutin dan berkala.
Menurut Henry, pengawasan internal akan terus dilakukan guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Polri harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Karena itu, kami pastikan pengawasan dimulai dari internal,” pungkasnya. (es)
Dapatkan sekarang