Redaksi
11 Jul 2021 23:58 WITA

Diamankan Satgas, Camat dan Lurah Berdalih Sedang Jalankan Tugas

MAUMERE, NTTZOOM – Camat Alok Timur Nikolaus Emanuel, Kades Nele Wutung dan Lurah Nangameting mengaku sedang menjalankan tugas ketika digrebek Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Jumat (9/7).

Mereka mengaku tengah melakukan advokasi terhadap pengusaha klab malam agar menaati prokes. Hal ini disampaikan Nikolaus kepada Media ini Sabtu (10/7) di Maumere.

Hal itu dilakukan Emanuel di wilayahnya itu karena dalam rapat bersama bupati secara virtual Jumat (9/7) sitegaskan, untuk menangani penyebaran Covid secara bersama, mulai dari tingkat camat hingga desa dan kelurahan.

Nikolaus kemudian berinisatif bersama lurah setempat, dan salah seorang kepala desa yang mengetahui aturan ketenaga kerjaan untuk secara bersama sama melakukan sosialisasi dan advokasi kepada para pekerja klab malam. Nikolaus lakukan itu, agar tidak terjadi adanya anak-anak di bawah umur yang dipekerjakan di klab malam.

"Kedatangan kami ke Cafe Reed Bull untuk mensosialisasi dan mengadvokasi para pengusaha yang ada di wilayah saya untuk tertib dan menaati protokol kesehatan. Karena kondisi di Kabupaten Sikka berada pada zona merah. Hal ini sesuai dengan arahan Bupati Sikka secara virtual yang dihadiri oleh seluruh camat, kepada desa dan lurah di ruangan kerja bupati Jumat (9/7)," jelas Nikolaus.

Namun seusai memberikan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 itu lanjut Nikolaus, secara tiba-tiba Kasat Pol PP Buang Da Chunha dan anggotanya langsung menyergap bak teroris, dan menyita izin cafe reed bull milik salah seorang pengusaha di Sikka. Walau dijelaskan oleh camat, lurah dan salah seorang kades bahwa kedatangan mereka untuk memberikan sosialisasi dan batasan waktu kegiatan pada malam hari. 
Nikolaus juga menyayangkan pemberitaan yang dilansir media di Sikka tanpa konfirmasi terhadap dirinya dan hanya mendengarkan secara sepihak dari Satpol PP Sikka. Menurut Nikolaus, dirinya dan lurah menjalankan tugas penanganan Covid-19 di wilayahnya, bukan pada wilayah lain.

Nikolaus menambahkan, dalam kunjungan ke cafe reed bulle itu, tidak ada musik, karena waktunya sudah selesai, disamping itu cafe reed bule juga sudah ditutup untuk para tamu, sehingga total tidak ada aktivitas. Namun saat hendak pulang pemilik cafe reed bule menawarakan untuk duduk sebentar sambil disodori minuman bir, sejumlah ladis juga masih berada di Cafe tersebut juga ikut bergambung sambil mendengarkan arahan lurah dan camat terkait Covid-19.

 "Setelah selesai memberikan sosialisasi, kami mau pulang karena masih memantau sejumlah tempat lain di wilayah saya. Namun pemilik cafe meminta kami untuk duduk sebentar, sambil menawarkan untuk menimu bir, saat itu kami lagi mengarahkan para pekerja untuk selalu taat pada prokes," jelas Nikolaus.

Namun secara tiba-tiba diserbu oleh Sat Pol PP dari berbagai arah seperti layaknya teroris, sambil membentak pemilik cafe untuk menyerahkan surat ijin dan meminta pemilik cafe tersebut untuk menghadapnya di kantor Sat Pol PP.
"Kami bukan sedang pesta miras sepertti yang beritakan media lokal itu, dan lagi saat kejadian itu tidak ada satu wartawanpun yang berada di lokaksi kejadian," ungkap Nikolaus.

Terpisah Kasat Pol PP Sikka Adeodatus Buang Da Chuha ketika hendak ditemui dikantornya Sabtu (10/7) tidak berada di tempat. Sejumlah anggota yang piket ketika itu, mengaku kasatnya meninggalkan kantor sejak pagi, apa lagi hari Sabtu semua kantor ditutup tidak ada aktivitas kantor.
"Maaf pak  kasat sudah pulang ke rumah tadi pagi, hari ini kan libur, hari  Sabtu, nanti dicari waktu lain,” ungkap salah seorang petugas piket.

Sebelumnya diberitakan media ini, seorang camat, lurah dan kepala desa di Kabupaten Sikka dogrebek im Satgas Covid-19 Sikka ketika sedang menikmati miras diremani wanita seksi di salah satu cafe di Maumere.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai